Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Wagub Aceh Lepas Kafilah ke STQH Nasional, Optimis Raih Juara

IMG 20251002 WA00072 1050x525 1
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, meyerahkan pataka Kepada Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri, S.Ag, MH, sebagai Ketua Kafilah saat melepaskan para Kafilah Aceh yang mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadis (STQH) Nasional XXVIII yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu, (1/10/2025) malam. (Foto: Humas Pemerintah Aceh).

BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melepas keberangkatan kafilah Aceh untuk mengikuti Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 yang akan digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 9–19 Oktober 2025. Acara pelepasan berlangsung di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu malam (1/10/2025).

Dalam sambutannya, Wagub Fadhlullah menyatakan dukungan penuh kepada seluruh peserta dan berharap mereka mampu mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional.

“Pada STQH nasional sebelumnya di Jambi, Aceh meraih peringkat lima. Tahun ini kami optimis peserta dapat membawa Aceh ke peringkat yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Fadhlullah, Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam sudah sepatutnya tampil dengan prestasi membanggakan di ajang tilawatil Quran dan hadis. Ia menambahkan, di bawah kepemimpinannya bersama Gubernur Muzakir Manaf, meningkatkan kemampuan masyarakat Aceh dalam membaca Al-Qur’an sejak usia dini hingga dewasa menjadi salah satu program prioritas.

BACA JUGA:  Ketika Harga Emas Menguji Cinta, Banyak Pasangan Tunda Pernikahan

“Sejak dulu, orang Aceh identik dengan alim dan santun. Bahkan, ketika bepergian ke luar daerah, kerap dipercaya menjadi imam salat,” kata Fadhlullah.

Ia menuturkan pengalamannya saat menjadi anggota DPR RI dan melakukan kunjungan kerja ke Pulau Jawa. Pada kesempatan itu, dirinya diminta menjadi imam salat magrib karena dianggap mampu dan pantas sebagai putra Aceh.

Karena itu, Fadhlullah menegaskan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung berbagai kegiatan syiar Islam, agar nilai-nilai Islami dalam kehidupan masyarakat Serambi Mekkah tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri, menyampaikan bahwa kafilah Aceh berjumlah 45 orang, terdiri atas 20 peserta, 6 pelatih, dan 19 ofisial pendamping.

BACA JUGA:  Kemenkeu Cari Solusi Baru Untuk Dana Pensiun PNS

“Para peserta sudah menjalani tiga tahap latihan. Selanjutnya, mereka akan berangkat pada 2 Oktober ke Jakarta untuk menjalani latihan tahap keempat bersama pelatih nasional selama satu minggu,” jelas Zahrol.

Ia menambahkan, pada 8 Oktober mendatang, 19 ofisial pendamping akan menyusul ke Jakarta untuk berkumpul bersama peserta. Setelah itu, rombongan akan berangkat bersama menuju Kendari, Sulawesi Tenggara.

Para peserta asal Aceh akan bertanding pada lima cabang lomba kategori putra dan putri, yaitu tilawah Al-Qur’an anak-anak, tilawah dewasa, tahfiz, tafsir, dan hafalan hadis.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *