Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Waspada! Diare Penyakit Nomor 1 Mematikan Pada Balita, Cegah Dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat

Neli Ulfiati
Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Neli Ulfiati SKM, MPH. (Foto: Istimewa)

Aceh Besar – Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Neli Ulfiati SKM, MPH mengatakan, penyakit diare merupakan penyebab nomor satu kematian pada anak dan balita.

“Mencegah lebih baik, karena diare penyebab nomor satu kematian anak dan balita,” kata Neli pada rapat monitoring dan evaluasi Program Diare di Permata Hati Hotel, Kamis (27/11/2022) lalu melansir acehbesarkab.go.id.

Neli Ulfiati yang berhasil dikonfirmasi kembali hariandaerah.com menyebutkan, mengapa diare menjadi penyakit nomor satu yang mematikan pada balita? karena gejala diare tersebut adalah dehidrasi (kekurangan cairan), apabila tidak segera ditangani dengan pemberian cairan yang cukup pada balita, maka akan menyebabkan kefatalan pada anak.

Dijelaskan Plt. Kadinkes Aceh Besar ini, bahwa diare adalah kondisi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar (BAB) menjadi 3 kali atau lebih dalam sehari dengan tekstur tinja yang lebih cair. Kondisi ini dapat dialami siapa saja, termasuk anak-anak.

“Apabila anak BAB lebih dari tiga kali sehari, maka itu sudah dikategorikan diare, oleh karena itu, orang tua harus segera mengambil tindakan pertama dengan pemberian oralit sederhana yakni air gula dicampur garam, kemudian membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat,” sebut Neli mengonfirmasi hariandaerah, Senin (7/10/2022).

BACA JUGA:  Biaya Pengobatan Tinggi, Pasien Kanker Terpaksa Berhenti Perawatan, Seniman Pantura Turun Tangan !

Diare pada anak termasuk kondisi yang umum terjadi. Sebagian besar diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus, tetapi bisa juga karena infeksi bakteri atau parasit. Selain karena infeksi, diare pada anak juga bisa disebabkan oleh alergi, keracunan makanan, penyakit usus, gangguan penyerapan makanan atau bisa juga karena efek samping obat.

“Untuk itu sebelum diare menyerang anak dan Balita, mulai dari sekarang orang tua harus waspada dan mencegahnya sedini mungkin, dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga lingkungan sehat,” terang Neli.

Lebih rinci Neli menerangkan, mengingat kasus diare pada anak masih tinggi di Aceh Besar, kasus Penyakit diare di Kabupaten Aceh Besar per September 2022 mencapai 3541 kasus. Dengan kasus tertinggi yaitu di Kecamatan Ingin Jaya dengan angka mencapai 48,16%. Maka untuk itu orang tua perlu melakukan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Adapun langkah atau tips-tips itu antara lain:

  • Memastikan air dan makanan yang dikonsumsi bersih dan matang,
  • Menjaga makanan anak tetap bersih dan higenis serta tidak terkontaminasi dengan virus,
  • Membiasakan anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah buang air kecil atau buang air besar, serta setelah memegang benda kotor,
  • Memberikan ASI pada anak berusia kurang dari 2 tahun untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya,
  • Memberikan anak makanan yang bergizi dan bermanfaat untuk pencernaannya,
  • Menjaga lingkungan rumah, tempat tidur anak tetap bersih,
  • Membiasakan anak BAB di jamban atau WC, dan
  • Memberikan anak vaksin rotarivirus.

“Kita harus lakukan langkah pencegah dengan membiasakan hidup pada lingkungan bersih,” harapnya kepada petugas kesehatan dan masyarakat.

BACA JUGA:  Dinkes Catat 91,8 persen Anak di Aceh Sudah Imunisasi Polio Dosis Kedua

Ia menambahkan, tingginya kematian karena diare menjadi masalah yang harus kita perhatikan, sehingga tata laksana penanganan diare dilakukan harus sesuai standard dengan pemberian oralit dan zink pada balita yang terkena diare.

“Untuk itu ia berharap peran aktif masyarakat sendiri sangat dibutuhkan sebagai langkah untuk pencegahan dan penanganan bersama,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *