Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Terkait Pengaspalan Jalan, Kabid Jalan dan Jembatan PUPR Aceh : Tanya ke PPTK, Jangan Dikit – Dikit KPA

IMG 20220808 WA0035

ACEH BARAT – Terkait dengan pengaspalan lintasan Kaway XVI Sawang Teube – Alue Lhok, PUPR Aceh memberikan tanggapan terkait dengan pembangunan tersebut.

Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah IV Oskar Muda Dilaga saat dikonfirmasi pewarta, ia mengataka, sebaiknya menghubungi Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PUPR Aceh.

Setelah dikonfirmasi media kepada Medi Arjuna Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PUPR Aceh, dirinya meminta untuk konfrimasi kepada PPTK tidak langsung kepada KPA, karena pihaknya telah melimpahkan semua pengerjaan itu kepada PPTK dan pihak pengawasan dilapangan.

“Jangan masalah seperti ini dilimpahkan ke Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), ini enggak dikit dikit KPA dikit dikit KPA, KPA itu urusnya yang besar besar, bukan hal hal kecil seperti ini.”jelas Medi Arjuna Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PUPR Aceh ketika dikonfirmasi Hariandaerah.com, Kamis (11/8/2022).

Ia menambahkan, apabila ingin menanyakan kapan pengaspalan dilintasan itu dilakukan dirinya menyarankan untuk konfirmasi secara professional kepada pihak pengawas dan PPTK yang ada dilapangan.

BACA JUGA:  Upaya Pencegahan Stunting, Pj Bupati Nagan Raya Tinjau Kegiatan Germas

“Harus professional, tanya sama mereka Pengawas dan PPTK yang ada dilapangan,” jelasnya dengan nada tegas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga keluhkan jalan berdebu di saat masa perbaikan dilintasan Sawang Teube- Alue Lhok Dampak dari proyek perbaikan yang kini kian penuh debu ketika kendaraan melintas.

Masyarakat dan pedagangpun terpaksa harus merasakan debu terus menyelimuti kawasan itu.

Hingga kini debu halus yang diterpa dari badan jalan dilintasan Sawang Teube- Alue Lhok ini mengakibatkan para pedagang dan warga merasa terganggu pernafasannya, termasuk anak-anak yang tinggal di sekitar proyek perbaikan jalan tersebut.

Kendaraan yang melintas di jalur tersebut akan langsung menerpa ke arah perumahan warga sekitar.

Sulaiman warga desa Sawang Teube mengaku sangat terganggu dengan debu yang diakibatkan oleh proyek perbaikan jalan tersebut.

“Belum ada tindakan, sejak pengerasan jalan, jarang pun disiram oleh rekanan proyek. Apalagi warga yang punya dagangan dipastikan Debu masuk ke dalam Ruko dan lengket pada barang-barang dagangannya, juga pada property seperti rak-rak barang,” Ucapnya kepada media ini, Senin (8/8/2022).

BACA JUGA:  Kapolres Aceh Barat Buka Seleksi Duta Pelajar Kamtibmas Tingkat SMA/SMK Se Kabupaten

Bagian yang belum diaspal itu, kondisi jalannya berlubang sangat parah, sempit, dan berdebu.

“Kondisi itu sudah sangat lama sehingga banyak pengendara yang melintas sempat jengkel melihat jalan yang tidak kunjung selesai,” ungkapnya.

Beberapa warga lain kembali menyampaikan harapan agar perbaikan jalan dipacu.

Sebab, selama ini setiap waktu sangat banyak kendaraan melintasi dari arah Kaway XVI ke Meulaboh atau sebaliknya.

Karena jalan itu bukan saja dilintasi kendaraan pribadi juga kendaraan penumpang dan truk proyek .

“Kami berharap adanya keseriusan PUPR Aceh terhadap perbaikan jalan lintas tersebut,” harapnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *