JAKARTA – World Water Council (WWC) berikan kepercayaan kepada Indonesia untuk memimpin upaya pencarian solusi inovatif dalam mengatasi permasalahan pemerataan akses air di seluruh dunia.
Presiden Jokowi diamanatkan sebagai “water messenger” dalam mengedarkan pesan penting tentang pemerataan akses air kepada para pemimpin dunia. Hal ini diungkapkan oleh Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja.
“Jadi Pak Presiden Jokowi sendiri sudah secara jelas diminta menjadi “water messenger” dari pertemuan Kick Off sebelumnya. Dan juga beliau menjadi penyampai ya bagi para leader di dunia mengenai pentingnya pemerataan akses air,” kata Endra dalam diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 (FMB9) pada Senin (16/10/2023).
Lebih lanjut, pemerataan akses air di seluruh dunia juga dianggap sebagai langkah penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim yang semakin masif terjadi. Dengan pendekatan ini, seluruh lapisan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka akan akses air.
Endra menyatakan bahwa, inisiatif untuk menciptakan program-program baru sangat penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Melahirkan program-program baru yang memang itu sangat penting untuk menjawab tantangan perubahan iklim,” kata Endra.
Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam mencari solusi terbaik untuk mewujudkan pemerataan akses air di seluruh dunia melalui penyelenggaraan The 2nd Stakeholder’s Consultation Meeting (SCM) di Badung, Bali, yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan global.
Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk menghasilkan ide-ide inovatif dalam mendukung pemerataan akses air yang sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yang bertujuan untuk memastikan bahwa hak akses air bagi seluruh warga dunia terpenuhi sepenuhnya.
Endra menekankan bahwa kesempatan ini adalah langkah penting untuk mempercepat pencapaian target SDGs dalam hal pemerataan akses air.














