Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Rajut Silaturahmi, Mantan Kombatan Gelar Coffee Break

IMG 20240719 170310
Koordinator silaturahmi, Mursid alias Agen saat coffee break bersama puluhan mantan kombatan di Kota Langsa. (Foto:hariandaerah.com/Sukma)

KOTA LANGSA – Puluhan mantan kombatan yang ada di Kota Langsa menggelar coffee break upaya merajut silaturahmi sesama pejuang di Merdeka Cafe, sekitar pukul 15.00 WIB, Jum’at (19’07/24).

Dalam silaturahmi tersebut turut hadir anggota DPRK Langsa dari fraksi Partai Aceh, Samsul Bahri alias Robert dan Zulkifli Latif serta Ketua Jasa Adoe Bustami dan Ketua PA Saweu Gampong, Adi Baroena.

Koordinator silaturahmi, Mursid di sela-sela acara mengatakan pertemuan sore ini hanya silaturahmi biasa sembari menikmati segelas kopi antara mantan kombatan yang tergabung dalam Komite Peralihan Aceh (KPA) Kota Langsa.

IMG 20240719 170350
Para kombatan yang terdiri dari KPA dan Pengurus Partai Aceh saat silaturahmi dengan menikmati kopi di Merdeka Cafe, Jum’at (19/07/2024).

“Alhamdulillah banyak yang hadir dari KPA, pengurus PA dan Panglima Sagoe,” ucap pria gagah yang sering disapa Agen ini.

BACA JUGA:  Integrasi SIKS-NG dan DTKS Kunci Tepat Sasaran Bansos, Sampaikan Sekda Sumsel

Ia menjelaskan, ada Panglima Sagoe Langsa Kota, Langsa Lama, Langsa Timue, Alue Pineung, Sagoe Kuala, Sagoe Pusong dan Sagoe Sungai Paoh serta Sagoe Peutoe dan Aramiah.

“tujuan kita silaturahmi untuk kebersamaan dan persatuan serta memberitahu bahwa kita ini ada di Kota Langsa,” terangnya lagi.

Agen melanjutkan, ini hanya silaturahmi sambil menikmati kopi bersama dan tidak ada kaitannya dengan politik apalagi Pilkada Tahun 2024.

“karena mengenai dengan Pilkada itu ranahnya Panglima Wilayah dan Ketua Partai, jadi kita hanya menunggu perintah saja. Maka hari ini tidak membicarakan hal-hal terkait Pilkada,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Berikut Pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kecamatan se- Kabupaten Tangerang

“harapan dari silaturahmi ini agar terciptanya ikatan tali persaudaraan antar kombatan yang mana dulunya dalam hutan berjuang bersama, maka hari ini juga kita tunjukan kebersamaan itu”, bebernya.

“sehingga kedepannya kita tetap bersatu, “saboeh Mak saboeh Yah” (satu Mamak, satu Ayah: red),” ungkap Mursid.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *