Mamuju – Sekda Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris meyakini bahwa UMKM di Provinsi itu dapat menggeluat apabila ekonomi digital bisa terbangun.
Statemen itu disampaikan Sekda Sulawesi Barat saat menjadi Narasumber pada kegiatan “Malolo Edukraf: Program Pendidikan dan Pelatihan Literasi Digital UMKM dan Ekonomi Kreatif” di d’Maleo Hotel Mamuju, Rabu (21/9/2022) kemarin.
Dalam paparannya mengatakan, pemerintah memang seharusnya menjadi tokoh sentral bagaimana membangun ekosistem digital, hal tersebut penting, sebab dari data yang ada bahwa jumlah pelaku UMKM di Sulbar cukup banyak yakni kurang lebih 10.711.
“Jadi kalau unit usaha ini bergerak lebih cepat, maka pertumbuhan ekonomi PDRB Sulawesi Barat akan meningkat. Oleh karenanya, kami percaya bahwa UMKM hanya dapat menggeliat jika ekonomi digital bisa terbangun, apalagi kalau kita bicara digital literasi,” Kata Idris.
Disampaikan, pemerintah berpandangan bahwa untuk membangun literasi digital terutama untuk UMKM, pekerjaan pertama adalah bagaimana mengetahui kebutuhan UMKM.
“Untuk mengetahui kebutuhan UMKM tidak lagi membutuhkan terlalu banyak waktu untuk analisis, cukup dengan digital,” sambung Idris.
Olehnya itu, jelas Idris, jika ingin mensukseskan ekonomi dengan menggerakkan UMKM seperti di negara lain, maka tidak ada pintu yang terbaik yang harus dilalui selain literasi digital yang kuat.
Untuk menguatkan literasi digital, sambungnya, terdapat dua bagian utuh yang bisa dipakai yakni direction government dan batter up model.
“Direction government, tapi biasanya agak lambat kalau ini yang kita pakai. Sementara, Batter up model, yang mana UMKM harus mengambil inisiatif dan mengembangkan inovasi digitalnya, kalau tidak akan tertinggal,” pungkasnya.














