Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Kisah Pilu Penderita Tumor Otak di Aceh Menanti Uluran Tangan, Dimana Peran Pemerintah!

IMG 20250126 212346

ACEH UTARA – Penderita Tumor Otak itu adalah Musliadi (38), warga Gampong Teupin Gajah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Saat ini terbaring lemah di rumahnya yang sederhana, dengan selang terpasang di hidungnya sebagai alat makan, Minggu (26/01/2025).

Pria ini bertarung melawan tumor otak sejak dua tahun terakhir, yang membuat tubuhnya semakin rapuh. Musliadi hanya dirawat oleh Marliah, yang akrab dipanggil Mabiet, adik dari mendiang Ibunya kandungnya.

Mabiet diketahui tidak hanya merawat Musliadi, tetapi juga merawat istri dan anak Musliadi yang kini bergantung sepenuhnya pada belas kasihnya.

Sedangkan anak balita Musliadi, tak pernah berhenti memanggil sosok ayah yang kini hanya bisa terdiam pasrah merenungi nasib sebagai penderita tumor otak.

Kisah pilu ini memang sangat Ironis, karena hingga kini belum ada bantuan dari pihak manapun, baik itu masyarakat bahkan pemerintah daerah setempat. maupun masyarakat luas, termasuk Keuchik Gampong Teupin Gajah, yang hanya bisa tutup mata dengan kondisi Musliadi.

IMG 20250126 212529
Musliadi terbaring dengan kondisi tumor otak didampingi Anak istri dan Mabiet sang perawat sejati sejak 2 tahun terakhir.

Seorang sukarelawan muda yang kini dikenal aktif membantu masyarakat kurang mampu di Aceh menyuarakan kegelisahan dengan kondisi Musliadi.

“Kondisi Bang Musliadi semakin kritis. Beliau tidak hanya berjuang melawan penyakit, tetapi juga menghadapi ketidakpedulian sosial yang memprihatinkan,” terang Syakban yang akrab disapa Tgk Adam.

BACA JUGA:  Kapolres Simeulue Pimpin Sertijab, Sejumlah Pejabat Utama Berganti

Tgk Adam merupakan anak dari mendiang kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ia tumbuh dengan nilai-nilai perjuangan untuk membela hak-hak kaum marginal dan mereka yang tertindas.

Tgk Adam menuturkan, keluarga Musliadi hidup dalam kesunyian yang memilukan. “Anaknya masih kecil, butuh perhatian dan kasih sayang. Namun, kehidupan mereka sekarang seperti berada di ujung tanduk. Tidak ada donasi atau bantuan apa pun. Semua seperti menutup mata,” ucapnya.

Melalui perannya sebagai sukarelawan, Tgk Adam mengajak masyarakat Aceh untuk ikut membantu keluarga Musliadi.

“Ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi tentang rasa kemanusiaan. Kita semua punya tanggung jawab untuk saling peduli,” katanya dengan tegas.

Bagi siapa pun yang ingin membantu, Tgk Adam bersedia menjadi penghubung antara para donatur dan keluarga Musliadi.

Bagi Tgk Adam, semangat perjuangan mendiang ayahnya sebagai kombatan GAM adalah warisan yang harus terus ia lanjutkan, kini bukan lewat senjata, tetapi melalui aksi nyata membantu sesama.

Perjuangan Keluarga dalam Diam, Menanti Panggilan untuk Ulurkan Tangan.

Musliadi sebelumnya adalah tulang punggung keluarga, tetapi penyakit yang menggerogoti tubuhnya memaksanya untuk meninggalkan segala aktivitas.

BACA JUGA:  Bertahun Tahun Sakit, Saifuddin Tinggal di Rumah Reyot Tunggu Janji Tak Pasti

Tumor otak yang ia derita membuat tubuhnya tak lagi mampu menerima makanan secara normal, sehingga asupan hanya bisa diberikan melalui selang.

Mabiet, yang menjadi tumpuan keluarga ini, hidup dalam keterbatasan. Meski begitu, ia tetap mengusahakan yang terbaik untuk merawat Musliadi, istri, dan anaknya.

“Kami sudah berusaha semampu kami. Tetapi bagaimana lagi, kebutuhan semakin banyak, sedangkan penghasilan kami tidak mencukupi,” kata Mabiet dengan mata berkaca-kaca.

Kisah Musliadi menjadi gambaran nyata betapa rapuhnya nasib masyarakat yang berada di garis kemiskinan.

Sementara peran pemerintah daerah yang berbicara program kesejahteraan sampai ke pelosok Gampong, perhatiannya luput dengan kondisi Musliadi dan ini adalah kenyataan di lapangan.

Kisah Musliadi dan keluarganya adalah panggilan untuk kita semua. Dimana dengan keterbatasan mereka, tersimpan harapan bahwa keadilan sosial bukan hanya impian, tetapi sesuatu yang bisa kita wujudkan bersama.

Bagi masyarakat yang mau memberikan donasinya, dapat menghubungi nomor HP/WA dibawah ini:
1. Marliah (Mabiet) : +62 822-7311-8389
2. Syakban (Tgk Adam) : +60 11-6159-8700

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *