Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Sosial  

Bertahun Tahun Sakit, Saifuddin Tinggal di Rumah Reyot Tunggu Janji Tak Pasti

IMG 20250208 150723
Sang istri, Nasriah saat temani suaminya Saifuddin yang terbaring lemah dengan komplikasi penyakit yang sudah bertahun-tahun. (Foto:hariandaerah.com/Sukma)

ACEH UTARA – Pria itu bernama Saifuddin, berumur 47 tahun dan tinggal di rumah reyot di Desa Meurandeh Paya, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara.

Kini ia hanya terbaring lemah dengan penyakit komplikasi jantung, paru, ginjal dan nyeri lutut yang sudah diderita selama 3 tahun terakhir, sehingga membuatnya kehilangan daya untuk bergerak, apalagi bekerja.

Saifuddin yang bertahun-tahun sakit ini sebenarnya sempat mendapat perhatian dan pernah dijanjikan rumah layak huni oleh Pihak Geuchik Gampong Meurandeh Paya, namun hingga kini janji yang tak pasti itu menguap tanpa kabar.

“Sudah dijanjikan rumah, tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya lagi,” kata Saifuddin dengan suaranya pelan dan mata kosong menatap langit-langit rumahnya yang mulai rapuh.

Rumah itu terlihat beratapkan pelepah rumbia bocor di sana-sini, dinding kayu mulai lapuk dan lantai tanah akan berubah menjadi lumpur saat hujan turun.

BACA JUGA:  Rompon Simolol Bersatu dan Devayan Raya Adakan Pertemuan, Ada Apa?
IMG 20250208 150826
Keadaan rumah reyot milik Saifuddin di   Desa Meurandeh Paya, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Januari 2025.

Sementara itu, istri Saifuddin yang bernama Nasriah (37), terpaksa menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga, berjuang dari pekerjaan serabutan demi menyambung hidup keempat anak mereka.

Tampak penderitaan keluarga Saifuddin tak hanya soal penyakit dan kemiskinan. Namun mereka juga hidup dalam rumah yang jauh dari kata layak.

“Kalau hujan deras, kami basah semua. Anak-anak menggigil kedinginan,” lirih Nasriah menceritakan kepada awak media.

Inilah realitas kehidupan ditengah hiruk-pikuk pembangunan dan slogan kesejahteraan, masih ada keluarga yang terjebak dalam bayang-bayang kemiskinan.

Sedangkan Saifuddin dan keluarga tak butuh janji kosong, mereka hanya butuh uluran tangan, sebelum semuanya terlambat.

Di tengah situasi sulit keluarga Saifuddin hadirlah Syakban memberi pertolongan dan menyampaikan kepada pihak media, dengan harapan ada pihak yang tergerak membantu.

Syakban yang akrab disapa Tgk Adam bukanlah pejabat, bukan juga orang berpunya. Ia hanyalah seorang anak dari mendiang kombatan GAM yang selama ini aktif membantu masyarakat miskin di pelosok Aceh Utara.

BACA JUGA:  Polres Bireuen Gelar Baksos 32 Tahun AKABRI 91 mengabdi Untuk Negeri

“Bang Saifuddin sudah lama sakit, istrinya berjuang sendirian. Tapi mereka seperti diabaikan. Ini bukan soal bantuan semata, ini soal kemanusiaan,” tegasnya.

Tgk Adam juga sesalkan janji-janji bantuan yang tak kunjung terealisasi. “Pemerintah sering bicara soal kesejahteraan, tapi kenapa kasus seperti ini masih terjadi? Kalau ada rumah layak yang bisa diberikan, kenapa harus menunggu?” ungkapnya ketus.

Bagi masyarakat, siapapun dan dimanapun yang ingin membantu keluarga Saifuddin, dapat menghubungi Syakban, HP: +60 11-6159 8700.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *