BATUSANGKAR – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Batusangkar melaksanakan program penyediaan tempat pemilahan sampah sederhana di area rutan. Tempat pemilahan ini disebar di beberapa titik di dalam lingkungan rutan sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang lebih baik, pada Kamis (30/01/2025).
Program ini merupakan inisiatif Rutan Kelas IIB Batusangkar untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemisahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, yaitu lingkungan rutan itu sendiri. Selain mengurangi pembuangan sampah sembarangan, program ini juga diharapkan dapat menanamkan kebiasaan baik bagi WBP dan petugas dalam mengelola limbah secara lebih efisien.
Menariknya, tempat sampah yang digunakan berasal dari galon bekas berukuran 15 liter. Galon ini dipilih karena daya tahannya yang kuat serta kemampuannya untuk dimodifikasi menjadi tempat sampah yang lebih fungsional.
“Setelah mengamati kondisi pengelolaan sampah di Rutan Kelas IIB Batusangkar yang belum memilah sampah organik dan anorganik, kami berinisiatif memanfaatkan galon bekas sebagai tempat sampah. Harapannya, ini bisa menjadi langkah awal dalam pengelolaan sampah yang lebih baik di rutan,” ujar Impantri, salah seorang WBP Rutan Kelas IIB Batusangkar.
Proses pembuatan tempat sampah ini dimulai dengan mengumpulkan galon bekas yang tidak terpakai. Selanjutnya, galon tersebut dimodifikasi dengan cara dipotong pada bagian atasnya dan dilengkapi dengan saringan untuk memisahkan air agar sampah organik tetap kering. Setelah siap, tempat sampah ini ditempatkan di blok hunian WBP, disertai dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah kepada WBP dan petugas rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Batusangkar, Elfiandi, mengapresiasi kreativitas warga binaan dalam program ini.
“Saya berharap program ini dapat menjadi langkah awal yang baik dalam pengelolaan limbah di Rutan Kelas IIB Batusangkar,” ujarnya.
Penyediaan tempat sampah ini merupakan bagian dari program pengelolaan limbah rumah tangga di rutan, yang bertujuan untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik yang telah dipilah dapat dijual atau didaur ulang, sementara sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Dengan demikian, program ini tidak hanya mengurangi volume sampah tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi rutan.








