Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Aceh Timur Direlokasi ke Hutan Lindung Langsa

Harimau sumatra masuk kandang jebak di Aceh Timur. ANTARA/HO-Dok BKSDA Aceh
Harimau sumatra masuk kandang jebak di Aceh Timur. ANTARA/HO-Dok BKSDA Aceh

ACEH TIMUR – Kepolisian Sektor Indra Makmu, Polres Aceh Timur, menyatakan harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) yang masuk kandang jebak atau perangkap di Julok Rayeuk, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, direlokasi ke hutan lindung di Kota Langsa, Provinsi Aceh.

“Sebelum direlokasi, harimau tersebut terlebih dahulu dibius tim medis satwa liar saat berada di dalam perangkap. Pembiusan dengan cara menembak dengan alat khusus,” kata Kapolsek Indra Makmu Iptu Muhammad Alfata di Aceh Timur, Selasa (11/2/2025) melansir ANTARA.

Ia mengatakan relokasi satwa dilindungi itu observasi sementara. Harimau tersebut jantan berusia dua sampai tiga tahun. Panjang harimau mencapai 229 centimeter, tinggi 81 centimeter, Kondisi harimau tersebut dalam keadaan sehat.

“Tim medis juga mengambil sampel darah dan bulu harimau tersebut guna pemeriksaan kesehatan lanjutan di laboratorium. Selanjutnya, harimau itu dimasukkan ke kandang khusus yang disiapkan tim BKSDA dan kemudian membawanya ke Hutan Lindung Kemuning, Kota Langsa,” kata Muhammad Alfata.

Harimau Sumatra tersebut masuk kandang jebak yang dipasang di kawasan perkebunan sawit, Desa Julok Rayeuk Selatan, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur.

BACA JUGA:  Breaking News: Simeulue Diguncang Gempa Bumi 4,9 M

“Harimau tersebut masuk kandang jebak yang dipasang sejak Sabtu (8/2/2025). Pemasangan kandang jebak tersebut untuk mengantisipasi gangguan satwa liar itu di wilayah tersebut,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh Kamarudzaman yang dihubungi dari Banda Aceh, Senin.

Ia mengatakan harimau tersebut masuk kandang jebak pada Minggu (9/2). Tim medis BKSDA sudah bergerak ke lokasi mengecek kondisi satwa liar dilindungi tersebut. Kondisi harimau tersebut dalam keadaan sehat.

“Harimau sehat, tetapi kami belum dapat informasi jenis kelaminnya. Saat ini, harimau masih di lokasi kandang jebak. Nantinya, harimau itu dipindahkan ke lokasi penampungan sementara menggunakan proses selanjutnya,” kata Kamarudzaman.

Sebelum, BKSDA memasang perangkap atau kandang jebak guna menangkap harimau sumatra yang dilaporkan berulang kali memangsa sapi di sejumlah tempat di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur.

“Perangkap atau kandang jebak dipasang untuk menangkap harimau sumatra guna mencegah interaksi negatif setelah ada laporan masyarakat ternak warga dimangsa satwa dilindungi tersebut,” katanya

BACA JUGA:  DPRK Nagan Raya Sahkan APBK TA 2023, Ini Jumlahnya

Jika nanti satwa dilindungi tersebut masuk kandang jebak, maka selanjutnya harimau sumatra itu segera direlokasi ke tempat lain guna mencegah konflik dengan manusia.

“Pemasangan kandang jebak ini merupakan respons terhadap keresahan masyarakat serta untuk menyelamatkan harimau sumatra yang dilaporkan memangsa sapi masyarakat,” katanya.

Kamarudzaman mengimbau masyarakat, terutama peternak, untuk tidak melepasliarkan hewan ternaknya, tetapi mengandangkannya guna mencegah serangan harimau atau satwa liar lainnya.

“Kami sudah mengedukasi dan menyosialisasikan kandang antiharimau kepada masyarakat setempat kandang ini menggunakan kawat, sehingga satwa tersebut tidak bisa masuk,” kata Kamarudzaman.

Sementara itu, berdasarkan daftar kelangkaan satwa dikeluarkan lembaga konservasi dunia International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus spesies terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar. (ANTARA)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *