LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe mengklarifikasi bahwa akun Facebook dengan nama “Sayuti Abubakar SH” yang beredar di media sosial adalah akun palsu dan tidak memiliki keterkaitan dengan Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH.
“Kami menegaskan bahwa segala unggahan, pesan, atau aktivitas yang dilakukan oleh akun tersebut bukan merupakan pernyataan resmi dari Wali Kota Lhokseumawe,” kata Dr. Sayuti Abubakar pada Sabtu (22/2/2025).
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak menanggapi pesan atau permintaan dari akun tersebut, terutama jika terkait dengan permintaan informasi pribadi, transaksi keuangan, atau hal lain yang mencurigakan. Aksi penipuan melalui media sosial semakin marak, sehingga kehati-hatian dalam menerima dan menanggapi informasi yang beredar menjadi sangat penting.
Pemerintah Kota Lhokseumawe telah melaporkan akun ini kepada pihak berwenang dan tengah berkoordinasi dengan Meta (Facebook) agar akun tersebut segera ditindaklanjuti guna mencegah potensi penyalahgunaan lebih lanjut. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat agar tidak menjadi korban kejahatan siber yang dapat merugikan secara finansial maupun psikologis.
Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam melaporkan akun-akun mencurigakan yang beredar di media sosial. “Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menangani kasus seperti ini. Jika menemukan akun yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang atau platform terkait agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Melalui akun Facebook resminya, Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:
“Saya ingin mengonfirmasi bahwa akun Facebook saya yang asli terdaftar dengan nama ‘Sayuti Abubakar’ tanpa tambahan ‘SH’ atau nama lainnya. Akun yang menggunakan nama ‘Sayuti Abubakar SH’ adalah akun palsu dan saya tegaskan bahwa itu bukan saya. Mohon untuk tidak menanggapi atau mempercayai pesan yang berasal dari akun tersebut. Terima kasih atas perhatian dan kehati-hatiannya.”
Lebih lanjut, Dr. Sayuti Abubakar mengajak masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima sebelum menyebarkannya ke orang lain.
“Jangan mudah percaya dengan informasi yang bersumber dari akun yang tidak jelas. Selalu periksa keaslian sumber sebelum bertindak lebih lanjut,” ujarnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat semakin waspada terhadap akun-akun palsu yang beredar di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.








