Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Rumah Semi Permanen di Kuala Batee Ludes Dilalap Api, Dua Sepeda Motor Ikut Terbakar

IMG 20250417 161556 e1744881795643
Petugas Pemadam Kebakaran dan masyarakat berupaya memadamkan api yang melalap satu unit rumah warga di Kuala Batee. (Foto. hariandaerah.com/Teuku Nizar)

Aceh Barat Daya — Musibah kebakaran melanda Gampong Alue Padee, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (17/4/2025) siang.

Satu unit rumah semi permanen milik warga setempat, Saiful (45), ludes terbakar. Kejadian memilukan ini terjadi sekitar pukul 14.20 WIB dan menyebabkan kerugian besar, termasuk hangusnya dua unit kendaraan bermotor.

Informasi dihimpun dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya menyebutkan bahwa kebakaran terjadi begitu cepat dan sempat membuat panik warga sekitar.

Tidak hanya itu, asap hitam tebal membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan, menambah kepanikan masyarakat yang mencoba membantu pemadaman dengan alat seadanya sebelum petugas pemadam tiba.

Kepala BPBK Abdya, Armayadi, ST melalui Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Kebakaran, Nanda Hikmah Fajri, ST membenarkan peristiwa nahas tersebut.

“Ya benar, ada kebakaran tadi siang di Kecamatan Kuala Batee. Kami langsung mengerahkan armada dari dua pos, masing-masing dari Pos Damkar Kuala Batee dan Pos Damkar Blangpidie,” ungkap Nanda, Kamis (17/4/2025) sore.

Dijelaskan Nanda, kronologi bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika anggota Pos Damkar Kuala Batee menerima laporan dari masyarakat terkait munculnya api dari salah satu rumah warga di Gampong Alue Padee.

Tanpa menunda waktu, tim langsung bergerak ke lokasi dengan mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran.

Namun sayangnya, api sudah sempat membesar saat petugas tiba. Rumah semi permanen milik Saiful yang terdiri dari satu kepala keluarga dengan empat jiwa itu tidak mampu diselamatkan.

BACA JUGA:  Bertahun Meteran Terpasang, Warga: Air Tak Pernah Mengalir

Api telah melalap sebagian besar bagian rumah yang terbuat dari bahan kayu dan papan.

“Akibat kejadian tersebut, rumah mengalami kerusakan berat. Bahkan dua unit kendaraan bermotor milik korban juga ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah,” ujar Nanda.

Menurut keterangan BPBK, upaya pemadaman berlangsung cukup dramatis. Api yang menjalar cepat karena tiupan angin dan material bangunan yang mudah terbakar membuat petugas harus bekerja keras mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke rumah warga lain di sekitar lokasi.

Butuh waktu lebih dari satu jam bagi tim pemadam untuk menjinakkan api sepenuhnya.

Meskipun warga sudah berusaha memadamkan api dengan air sumur dan peralatan seadanya, kobaran tetap tidak terkendali hingga armada Damkar tiba.

“Alhamdulillah, meski api cepat menjalar, kita berhasil mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain. Koordinasi cepat antar pos Damkar sangat membantu dalam situasi seperti ini,” kata Nanda.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. BPBK bersama pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal mula api.

Dugaan sementara masih terbuka terhadap berbagai kemungkinan, mulai dari korsleting listrik hingga kelalaian pengguna api di dalam rumah.

Warga sekitar yang berada di lokasi kejadian juga mengaku tidak mengetahui pasti awal mula kebakaran. Beberapa di antara mereka mengatakan bahwa api tiba-tiba muncul dan langsung membesar.

BACA JUGA:  Perkuat Kepedulian Sosial, FKIJK Aceh Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

“Tiba-tiba saja kami lihat asap tebal keluar dari atap rumah, lalu api cepat menyebar. Kami coba bantu padamkan dengan air, tapi apinya besar sekali,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya.

Saiful beserta keluarganya kini untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Kondisi psikologis keluarga korban juga turut mendapat perhatian dari pihak desa dan pemerintah setempat. Bantuan darurat seperti makanan dan pakaian disebut akan segera disalurkan.

Kebakaran ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana masih perlu terus ditingkatkan.

Selain itu, evaluasi terhadap sistem instalasi listrik, penggunaan kompor gas, dan peralatan rumah tangga lain yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran juga penting dilakukan.

BPBK Abdya menyatakan akan melakukan penyuluhan kembali kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan dalam menghadapi musibah serupa.

“Kami terus mengimbau agar masyarakat melaporkan segera setiap tanda-tanda kebakaran dan tidak panik. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanggulangan,” tutup Nanda.

Musibah ini memang meninggalkan luka dan kerugian bagi satu keluarga, namun sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga Abdya untuk selalu waspada terhadap bahaya kebakaran yang bisa terjadi kapan saja.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *