LHOKSEUMAWE – Sebuah penampilan unik dan penuh makna mewarnai karnaval perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kota Lhokseumawe, senin (18/8/25). Seorang siswa peserta karnaval mencuri perhatian publik dengan kostum yang sarat pesan moral: memakai pakaian layaknya pejabat lengkap dengan dasinya, mengenakan topeng berbentuk tikus, serta membawa tas bertuliskan “Uang Rakyat”.
Penampilan tersebut sontak menjadi sorotan karena mengandung simbol sindiran terhadap praktik korupsi yang masih marak di tanah air. Tikus yang identik dengan perilaku rakus digambarkan sebagai wajah koruptor, sementara tulisan “Uang Rakyat” menegaskan bagaimana dana publik seringkali disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dengan penuh percaya diri, siswa tersebut berlenggak-lenggok di sepanjang rute karnaval. Pesan yang hendak disampaikan jelas: koruptor kerap tampil tanpa rasa malu, keras hati, bahkan tetap berhadapan dengan rakyat yang seharusnya mereka layani.
“Ini adalah cara kreatif untuk mengingatkan kita semua, terutama pejabat dan pemangku kebijakan, agar tidak lagi mengkhianati amanah rakyat. Korupsi bukan hanya merugikan negara, tapi juga menyakiti hati masyarakat,” ujar salah seorang penonton karnaval.
Kehadiran peserta dengan kostum sindiran tersebut mendapat apresiasi dari warga. Selain menambah semarak acara, pesan moral yang dibawanya menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya tentang pesta, melainkan juga momentum refleksi agar Indonesia terbebas dari perilaku koruptif.








