PRINGSEWU – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sedulur Sewu memberikan klarifikasi terkait kabar makanan dalam program gizi gratis yang disebut tidak layak konsumsi. Pihak SPPG menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Kepala SPPG Sedulur Sewu bersama perwakilan Dinas Kesehatan, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Pendidikan, Kodim, serta kepolisian mendatangi sekolah penerima program untuk memastikan kondisi makanan. Pihak sekolah, melalui kepala sekolah, menyatakan bahwa makanan dalam keadaan baik dan telah disantap oleh siswa.
Mad Khotib, perwakilan SPPG, mengatakan persoalan yang menimbulkan keluhan muncul akibat miskomunikasi. Menurut dia, makanan dikirim sesuai permintaan sekolah pada pagi hari untuk jatah makan pagi dan siang. Namun, pihak sekolah terlambat menyimpan makanan siang sehingga terpapar terik matahari cukup lama.
“Masalahnya bukan pada kualitas masakan, melainkan teknis penyimpanan. Guru yang menerima makanan lupa memasukkannya ke dalam ruangan, sehingga kotak makanan dibiarkan di luar,” kata Mad Khotib, Sabtu (30/8/2025).
Ia menambahkan, makanan yang terlalu lama terpapar panas berisiko mengalami perubahan cita rasa, tekstur, hingga kandungan gizinya. Kondisi itu dapat menurunkan kualitas sajian meskipun bahan dan proses memasak sudah sesuai standar.
SPPG Sedulur Sewu menyatakan akan melakukan koordinasi lebih ketat dengan pihak sekolah untuk mengantisipasi kejadian serupa. Mad Khotib menegaskan lembaganya tetap berkomitmen menjaga standar penyajian makanan bergizi sesuai arahan pemerintah.
( vit)








