Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Menjaga Solidaritas Paguyuban, Menjaga Nafas Ekonomi Ratusan Pengrajin di Pringsewu

IMG 20260711 WA0030

PRINGSEWU,HARIANDAERAH.COM – Di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi pelaku usaha kecil, keberadaan organisasi berbasis komunitas sering kali menjadi ruang untuk memperkuat daya tahan bersama. Dalam konteks itu, Ketua Paguyuban Galian, Armada, dan Pengrajin Rakyat (PAGAR) Pringsewu, Mai Rahman atau yang akrab disapa Jayeng, mengajak seluruh anggota untuk tetap menjaga persatuan serta mematuhi kesepakatan yang telah dibangun bersama.

Menurut Jayeng, paguyuban tidak semata menjadi wadah berkumpul, melainkan instrumen kolektif yang berfungsi menjaga kesinambungan usaha para pengrajin batu bata dan genteng di Kabupaten Pringsewu. Karena itu, setiap persoalan yang muncul di internal organisasi sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme komunikasi dan musyawarah.

“Penyelesaian persoalan melalui dialog merupakan bagian dari budaya organisasi yang sehat. Koordinasi dengan pengurus menjadi langkah awal agar tidak terjadi kesalahpahaman yang justru dapat merugikan seluruh anggota,” ujar Jayeng, Sabtu (11/7/2026).

Ia menjelaskan, keberlangsungan paguyuban memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Sedikitnya lebih dari 600 pengrajin batu bata dan genteng serta ratusan armada distribusi disebut bergantung pada ekosistem usaha yang selama ini dibangun secara bersama.

BACA JUGA:  BLT Dana Desa Mei 2026 Disalurkan di Pekon Mulyorejo, 9 KPM Terima Bantuan

Dalam perspektif pembangunan ekonomi lokal, keberadaan paguyuban bukan hanya menghubungkan pemasok bahan baku dengan para pengrajin, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok yang menopang perputaran ekonomi daerah. Oleh sebab itu, stabilitas organisasi menjadi faktor yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan aktivitas produksi.

Jayeng menilai setiap anggota memiliki tanggung jawab moral untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Semangat kolektif tersebut dinilai menjadi modal sosial yang penting agar usaha mikro dan kecil tetap mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan.

Produk batu bata dan genteng hasil karya pengrajin Pringsewu selama ini dipasarkan ke berbagai wilayah, termasuk Bandar Lampung dan daerah sekitarnya. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa sektor usaha rakyat memiliki kontribusi nyata terhadap roda perekonomian lokal apabila didukung oleh sistem distribusi yang berjalan secara baik.

BACA JUGA:  Birokrasi atau Dinasti Politik? Atika, Budi, Faseh Naik Posisi, Publik Tanya Peran Zunianto Ketua DPD PKS di Pemerintahan Riyanto Bupati Pringsewu

Lebih lanjut, Jayeng mengingatkan bahwa seluruh anggota memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran pasokan tanah liat sebagai bahan baku utama produksi. Karena itu, setiap perbedaan pandangan maupun persoalan di internal organisasi diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka, musyawarah, dan penghormatan terhadap mekanisme organisasi.

Pada akhirnya, kekuatan sebuah paguyuban tidak hanya diukur dari banyaknya anggota, melainkan dari kemampuannya membangun kepercayaan, menjaga solidaritas, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan ekonominya pada organisasi tersebut. Ketika komunikasi berjalan baik dan kepentingan bersama menjadi prioritas, maka paguyuban akan tetap menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan usaha rakyat di Pringsewu. ( Davit Segara )

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *