Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

MPLS Ramah Hari Pertama Dimulai, UPT SD Negeri 1 Wayakrui Bangun Adaptasi Murid Baru Melalui Pendekatan Edukatif

IMG 20260713 WA00441
Kepala UPT SD Negeri 1 Wayakrui, Umi Salamah, S.Pd.SD., M.Pd., bersama dewan guru mendampingi murid baru mengikuti rangkaian hari pertama MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di halaman sekolah, Pekon Wayakrui, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Senin (13/7/2026). (Foto: Istimewa).

PRINGSEWU, HARIANDAERAH.COM – Unit Pelaksana Teknis Sekolah Dasar (UPT SD ) Negeri 1 Wayakrui yang berlokasi di Pekon Wayakrui, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, resmi mengawali pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi murid baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah melalui pendekatan yang edukatif, menyenangkan, dan berpusat pada tumbuh kembang anak.

Kepala UPT SD Negeri 1 Wayakrui, Umi Salamah, S.Pd.SD., M.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah dirancang untuk memberikan pengalaman pertama yang positif bagi peserta didik sehingga mereka dapat mengenal lingkungan sekolah tanpa rasa takut maupun tekanan.

IMG 20260713 WA0046

“Hari pertama kami memfokuskan kegiatan pada proses pengenalan. Murid diperkenalkan dengan dewan guru, kemudian masing-masing memperkenalkan identitas dirinya agar saling mengenal. Setelah itu mereka diajak berkeliling mengenal lingkungan sekolah, mengikuti permainan edukatif (games), menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan diakhiri dengan kegiatan refleksi,” ujar Umi Salamah.

Menurutnya, rangkaian tersebut disusun secara sistematis agar peserta didik mampu membangun rasa percaya diri sekaligus menumbuhkan kedekatan dengan guru maupun teman-teman baru sejak hari pertama memasuki sekolah.

Ia menjelaskan, sesi perkenalan dengan dewan guru bertujuan membangun komunikasi awal antara pendidik dan peserta didik. Sementara kegiatan memperkenalkan data diri memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk mulai berinteraksi, melatih keberanian berbicara di depan teman sebaya, serta membangun hubungan sosial yang positif.

Selanjutnya, peserta didik diajak mengelilingi lingkungan sekolah untuk mengenal berbagai fasilitas yang akan digunakan selama proses belajar, mulai dari ruang kelas, ruang guru, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), toilet, hingga area bermain. Guru juga memberikan pemahaman mengenai tata tertib sekolah, budaya disiplin, pentingnya menjaga kebersihan, serta sikap saling menghormati sebagai bagian dari pembentukan karakter.

BACA JUGA:  Umat Hindu di Fekon Fajar Mulia, Pringsewu Rayakan Hari Raya Kuningan dengan Khidmat dan Penuh Kebersamaan

Suasana belajar kemudian dibuat lebih interaktif melalui berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kerja sama, komunikasi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari metode pembelajaran awal yang menyenangkan sehingga peserta didik dapat merasa nyaman berada di lingkungan sekolah.

Pada waktu istirahat, murid bersama-sama menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga menjadi sarana pembiasaan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga sekolah.

Sebagai penutup kegiatan hari pertama, guru mengajak peserta didik mengikuti sesi refleksi. Dalam kegiatan ini, murid diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan, pengalaman, maupun perasaan mereka selama mengikuti MPLS. Refleksi menjadi media evaluasi sekaligus sarana bagi guru untuk memahami kondisi psikologis peserta didik pada masa transisi menuju lingkungan belajar yang baru.

Umi Salamah menambahkan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah berlangsung selama lima hari. Selama periode tersebut, peserta didik akan memperoleh berbagai materi yang tidak hanya berorientasi pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga penguatan karakter, pembiasaan budaya positif, literasi, pendidikan kesehatan, serta pengembangan keterampilan sosial sebagai bekal dalam mengikuti proses pembelajaran.

“MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial di awal tahun ajaran. Lebih dari itu, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar pertama yang menyenangkan sehingga anak-anak merasa diterima, dihargai, dan termotivasi untuk belajar. Harapannya mereka mampu tumbuh menjadi peserta didik yang berkarakter, mandiri, percaya diri, serta memiliki semangat belajar yang tinggi,” tutup Umi Salamah.

BACA JUGA:  ‎Pemerintah Pekon Trimulyo Salurkan BLT Dana Desa Tahap III Tahun 2025

Pantauan awak media di lokasi menunjukkan suasana hari pertama MPLS Ramah di UPT SD Negeri 1 Wayakrui berlangsung penuh kehangatan dan keceriaan. Sejak pagi, para murid baru hadir mengenakan seragam sekolah lengkap dengan topi merah putih, disambut langsung oleh Kepala Sekolah beserta dewan guru. Halaman sekolah dipenuhi senyum dan antusiasme peserta didik yang mengikuti sesi perkenalan, dokumentasi bersama, hingga berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk membangun keberanian, rasa percaya diri, serta mempererat hubungan antarsiswa dan guru. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, komunikatif, dan mencerminkan suasana belajar yang ramah anak.

Memasuki akhir kegiatan, para murid menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum mengikuti sesi refleksi bersama guru untuk menyampaikan kesan dan pengalaman pada hari pertama berada di lingkungan sekolah. Raut wajah ceria dan semangat belajar tampak menghiasi setiap aktivitas yang berlangsung. Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata komitmen UPT SD Negeri 1 Wayakrui dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan, sehingga setiap peserta didik memperoleh pengalaman awal yang positif sebagai fondasi dalam membentuk karakter, meningkatkan motivasi belajar, serta mendukung tumbuh kembang mereka selama menempuh pendidikan di sekolah. ( Davit)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *