Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dapur Sekolah MBG Solusi Bangun Usaha Kecil yang Nyata

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin dan Direktur Utama PT LRT Jakarta Hendry Saputra mendistribusikan paket uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG), di SDIT Al Ihsan, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (24/10/2024).
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin dan Direktur Utama PT LRT Jakarta Hendry Saputra mendistribusikan paket uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG), di SDIT Al Ihsan, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (24/10/2024). (Foto: humas Pemprov DKI Jakarta)

Hariandaerah.com JAKARTA – Ketua Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Republik Indonesia (FK-UKM RI), Wahyu Raja Intan mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya program ini memiliki daya ungkit untuk menggerakan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang nyata. Rantai pasok ke dapur MBG harus melibatkan para pelaku usaha kecil, hal ini menurut Wahyu Raja Intan sangat penting, jangan semuanya diserahkan ke pelaku usaha besar, justru porsinya harus lebih banyak ke sektor UMKM.

Terkait upaya mengaktifkan dapur sekolah sebagai dapur MBG, Ketua FK-UMKM RI sangat setuju, hal ini justru akan banyak melibatkan pelaku UMKM dan pemberdayaan warga masyarakat sekitar , serta penyerapan produk-porduk olahan lokal milik pelaku usaha kecil.

BACA JUGA:  Hindari Keracunan Massal, Guru Diminta Cicipi MBG Siswa Itu Bukan Solusi

Ketua FK-UMKM menegaskan bahwa MBG yang dilakukan oleh pihak sekolah itu sendiri dapat memiliki beberapa kelebihan, dimana pengawasannya lebih baik, karena pihak sekolah bisa secara langsung ikut mengawasi, terutama untuk kualitas dan kebersihan manakan yang disajikannya.

Selain itu, lanjut Ketua FKUMKM RI, kustomisasi menu, pihak sekolah dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi siswa. Di samping itu juga lebih hemat dari sisi biaya, baik untuk distribusinya dan sekolah dapat menghemat biaya, karena mengelola dapur sendiri.

Dengan adanya Dapur Sekolah menurut Ketua FK-UMKM RI, justru akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagai persoalan program MBG yang ada selama ini, salah satunya memotong rantai disirtibusi, sehingga lebih efektif dan murah serta meminimalisir kerusakan makanan yang akan disajikan.

BACA JUGA:  PT Indah Selalu Cargo Sambut HUT RI ke-80 dengan Semangat Layanan Terbaik

“Namu, di samping itu perlu diingat bahwa implementasi program MBG juga memerlukan perencanaan dan pengelolaan yang baik untuk memastikan keberhasilan dalam pelaksanaan program tersebut,” pungkas Wahyu Raja Intan, Ketua Forum Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Republik Indonesia.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *