Pangkalpinang – Semangat kemerdekaan kembali terpancar dari wajah-wajah para santri Pesantren Modern Khoirul Ummah (PMKU) Payung, Kabupaten Bangka Selatan.
Setelah sebelumnya berhasil meraih juara dalam ajang Karnaval Tingkat Kecamatan Payung, SMA Plus Khoirul Ummah Payung kini melangkah lebih jauh dengan turut ambil bagian pada Karnaval Tingkat Provinsi Bangka Belitung yang digelar di Kota Pangkalpinang, Selasa (2/9/2025).SMA Plus Khoirul Ummah Payung kini melangkah lebih jauh dengan turut ambil bagian pada Karnaval Tingkat Provinsi Bangka Belitung
Acara yang menjadi rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia itu berlangsung meriah dan penuh warna. Ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menampilkan kreasi terbaiknya, mulai dari busana tradisional, seni pertunjukan, hingga atraksi budaya yang memikat perhatian masyarakat.
Rombongan SMA Plus Khoirul Ummah Payung tampil menonjol dengan mengusung konsep paduan seni, budaya, dan nilai Islami.
Para santri dan santriwati berjalan beriringan dengan busana khas kreasi pesantren modern, dihiasi ornamen bernuansa kebangsaan. Penampilan ini sekaligus menjadi simbol harmonisasi antara kearifan lokal dan semangat religius.
“Kami ingin menunjukkan bahwa santri tidak hanya piawai dalam mengaji dan mendalami ilmu agama, tetapi juga mampu berkreasi dan berkompetisi di tengah masyarakat luas,” ujar Ust. M. Azizul Azmi, S.HI, selaku Pimpinan Pesantren Modern Khoirul Ummah Payung.
Menurutnya, keterlibatan santri dalam karnaval tingkat provinsi ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Pesantren Modern Khoirul Ummah kepada masyarakat Bangka Belitung secara lebih luas.
Selain itu, ajang ini juga melatih para santri agar memiliki rasa percaya diri, disiplin, dan kerja sama tim yang solid.
Dalam kesempatan tersebut, tampak pula Kepala SMA Plus Khoirul Ummah Payung bersama para guru mendampingi siswa-siswinya.
Mereka memberikan dukungan moral, memastikan setiap detail penampilan dipersiapkan dengan baik, mulai dari tata busana, koreografi, hingga penguasaan panggung.
Antusiasme masyarakat Pangkalpinang semakin menambah semarak suasana. Warga tampak berbondong-bondong menyaksikan parade, memberikan tepuk tangan meriah ketika rombongan santri Khoirul Ummah melintas di jalan utama kota.
Tidak sedikit pula warga yang mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel, menjadikannya sebagai kenangan kebersamaan di hari istimewa itu.
Pesantren Modern Khoirul Ummah (PMKU) Payung sendiri dikenal sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan kurikulum pesantren.
Dengan demikian, setiap kegiatan yang diikuti santri tidak hanya menonjolkan kreativitas, tetapi juga menampilkan nilai-nilai Islami sebagai ciri khas.
Hal ini pula yang tercermin dalam penampilan mereka di panggung karnaval. Selain menampilkan tarian dan atraksi budaya, para santri juga membawakan simbol-simbol Islami yang sarat makna persatuan, toleransi, serta cinta tanah air.
“Kami berharap penampilan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa santri punya peran penting dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus memperkuat karakter religius,” tambah Ust. Azizul Azmi.
Setelah sukses di tingkat kecamatan dan kini tampil di tingkat provinsi, harapan besar dipikul oleh para santri Khoirul Ummah.
Mereka bertekad untuk memberikan penampilan terbaik agar dapat kembali mengharumkan nama sekolah, pesantren, bahkan daerah Payung di kancah yang lebih luas.
“Rasa bangga ini tidak bisa diukur dengan juara semata. Yang terpenting adalah anak-anak bisa belajar menghargai proses, menanamkan cinta tanah air, serta membangun karakter Islami yang kokoh. Itulah hakikat pendidikan pesantren modern,” pungkas pimpinan PMKU.
Dengan penuh semangat, masyarakat Bangka Belitung pun berharap agar penampilan santri Khoirul Ummah Payung bisa meraih hasil terbaik.
Namun, lebih dari itu, kehadiran mereka di panggung karnaval telah menjadi bukti nyata bahwa santri memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas bangsa, mengedepankan kreativitas, dan menyebarkan pesan kebaikan di tengah masyarakat.








