BANDA ACEH – PT Pelindo (Persero) Cabang Malahayati terus berupaya meningkatkan kinerja layanan dan optimalisasi fasilitas di Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar. Pelabuhan yang berfokus pada pengelolaan terminal nonpetikemas ini berperan penting dalam memperlancar arus logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Aceh dan sekitarnya.
Hingga September 2025, Pelabuhan Malahayati mencatat realisasi trafik berbagai jenis komoditas. Berdasarkan data operasional, total bag cargo yang telah terealisasi mencapai 10.691 ton, komoditas curah cair 62.953 ton, curah kering 3.075 ton, serta kontainer sebanyak 8.406 TEUs.
“Kami berkomitmen menjaga kelancaran arus logistik dan memperkuat peran Pelabuhan Malahayati sebagai simpul penting distribusi barang di wilayah Aceh,” ujar General Manager Pelabuhan Malahayati, Capt. Agust Deritanto, Senin (27/10/2025).
Berlokasi di Krueng Raya, Aceh Besar, Pelabuhan Malahayati merupakan salah satu pelabuhan strategis di bawah pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Aktivitas di pelabuhan ini didominasi oleh bongkar muat komoditas seperti semen curah, semen bag, aspal, pozolan, dan beras — sebagian besar merupakan produk ekspor unggulan asal Aceh.
Pelabuhan ini memiliki kedalaman alur mencapai -9 mLWS (mean low water springs) dan panjang dermaga 380 meter. Fasilitas pendukung yang tersedia meliputi lapangan penumpukan seluas 13.980 m² dan gudang tertutup 800 m² yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan sementara berbagai jenis muatan.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan bongkar muat, Pelabuhan Malahayati dilengkapi sejumlah peralatan operasional, antara lain 1 unit reachstacker, 1 unit harbour mobile crane (HMC), 2 unit mobile crane, 3 unit forklift, dan 3 unit head truck. Seluruh peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo Cabang Malahayati dalam menjaga produktivitas, keselamatan, dan keandalan layanan pelabuhan.
“Pelabuhan Malahayati memiliki potensi besar sebagai pintu gerbang logistik Aceh, terutama untuk mendukung ekspor komoditas unggulan daerah. Kami terus melakukan optimalisasi fasilitas dan pelayanan agar operasional pelabuhan semakin efisien dan berdaya saing,” pungkas Capt. Agust Deritanto.








