Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Ekraf Banten di Peringkat 4 Nasional, DPR Desak Pembentukan OPD Khusus

Banten Naik ke Peringkat 4 Nasional Ekonomi Kreatif, Kabupaten Tangerang Mengorbit sebagai Pusat Pertumbuhan Baru

IMG 20251123 WA0031
Anggota Komisi VII DPR RI, Drs. H. Mujakkir Zuhri

Banten — Provinsi Banten mencatatkan prestasi penting di tingkat nasional dengan menempati peringkat ke–4 ekonomi kreatif Indonesia, sebuah lompatan yang menegaskan posisi Banten sebagai kekuatan ekonomi baru dibawah Jawa Barat , DKI Jakarta dan Jawa Timur. Pencapaian ini disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Drs. H. Mujakkir Zuhri dari Fraksi Partai Golkar, dalam paparannya kepada media. Minggu (23/11).

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa Banten tidak lagi sekadar wilayah penyangga ibu kota, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang diperhitungkan.

“Peringkat ke-4 nasional ini menegaskan bahwa Banten sudah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif. Ini capaian yang harus dijaga dan terus dikembangkan,” ujar Mujakkir.

Ekonomi Kreatif Tumbuh dari Adaptasi dan Inovasi

Mujakkir menilai lonjakan posisi Banten didorong oleh adaptasi cepat para pelaku kreatif, terutama generasi muda, dalam mengubah ide menjadi produk dan layanan bernilai ekonomi tinggi. Ia menyebut subsektor kuliner, fashion, kriya, desain komunikasi visual, hingga konten digital sebagai sektor yang paling mencolok pertumbuhannya.

BACA JUGA:  Kecewa, Pengusaha Nilai Investasi di Aceh Tidak Aman

“Ini bukan sekadar aktivitas hobi. Ekonomi kreatif di Banten sudah memberikan dampak nyata: pendapatan meningkat, peluang kerja bertambah, dan budaya lokal semakin kuat,” jelasnya.

Kabupaten Tangerang Jadi Penggerak Utama

Di level kabupaten/kota, Kabupaten Tangerang disebut sebagai penggerak utama kemajuan ekonomi kreatif Banten. Posisi geografis strategis, infrastruktur modern, serta ekosistem industri dan jasa yang mapan menjadikan wilayah ini magnet bagi pelaku kreatif.

“Kabupaten Tangerang harus difokuskan sebagai lahan utama pengembangan ekonomi kreatif Banten. Pemerintah daerah perlu memastikan kebijakan dan fasilitasnya benar-benar mendukung,” tegas Mujakkir.

Dorongan Pembentukan OPD Khusus Ekonomi Kreatif

Kendati demikian, ia menyoroti struktur organisasi pemerintah daerah yang masih menempatkan ekonomi kreatif di bawah DISPORABUDPAR. Menurutnya, pengelolaan seperti itu tidak lagi relevan melihat besarnya potensi dan kebutuhan sektor ekonomi kreatif.

“Pusat sudah memisahkan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam struktur kementerian. Kabupaten Tangerang perlu membentuk OPD khusus ekonomi kreatif agar pengelolaan lebih fokus dan profesional,” kata Mujakkir.

BACA JUGA:  Gubernur Andra Soni: Kita Harus Bersama-sama dan Berkolaborasi Membangun Provinsi Banten

Dukungan Konkret Jadi Kunci

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memberikan dukungan nyata, mulai dari penyediaan creative space, akses permodalan, pelatihan kapasitas, hingga fasilitasi pemasaran digital.

“Ekonomi kreatif adalah sektor strategis yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Tanpa dukungan konkret, potensi ini akan terbuang percuma,” ujarnya.

Sinergi Jadi Modal Utama Banten ke Depan

Menutup keterangannya, Mujakkir berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas kreatif, dan perguruan tinggi bisa terus diperkuat agar posisi Banten semakin kompetitif di tingkat nasional.

“Dengan sinergi yang baik, Banten dan Kabupaten Tangerang akan bisa terus naik dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *