Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Polda Jateng Luncurkan Inovasi TOSS TB: Berdayakan Bhabinkamtibmas Percepat Eliminasi Tuberkulosis Tahun 2030

IMG 20260603 WA0019
Biddokkes Polda Jateng gelar Cek Kesehatan Gratis serta Skrining TB Paru bagi personel Bhabinkamtibmas, secara serentak di 35 Klinik Polres seluruh wilayah Jawa Tengah.(Foto dok hariandaerah.com/PZ)

SEMARANG – Polda Jawa Tengah terus memperkuat langkah pemberantasan penyakit Tuberkulosis (TB) melalui inovasi unggulan bernama “Polda Jateng TOSS TB”, yang memiliki kepanjangan Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis. Program ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap target nasional eliminasi TB pada tahun 2030, yang dijalankan dengan mengedepankan kolaborasi erat antara pihak Kepolisian, Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Sebagai langkah awal pelaksanaan program tersebut, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng telah menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis serta Skrining TB Paru bagi seluruh personel Bhabinkamtibmas di jajaran, secara serentak di 35 Klinik Polres seluruh wilayah Jawa Tengah, pada Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini berjalan berkat kerja sama sinergis antara Seksi Dokkes Polres, Satuan Binmas, Dinas Kesehatan tingkat Kabupaten/Kota, serta Puskesmas setempat, dengan pendampingan langsung dari tim Biddokkes Polda Jateng.

Melalui program TOSS TB ini, seluruh Bhabinkamtibmas diberdayakan sebagai Tracer TB. Tugas utama mereka adalah membantu proses skrining, penelusuran kontak erat, penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat, pendampingan pengobatan, hingga pelaporan kasus secara langsung di wilayah hukum binaan masing-masing.

Sebelum diterjunkan menjalankan tugas di tengah masyarakat, seluruh Bhabinkamtibmas terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan kondisi fisik, kadar gula darah, asam urat, kolesterol, hingga fungsi jantung menggunakan alat Elektrokardiogram (EKG). Tak hanya itu, skrining TB Paru juga dilakukan sebagai langkah deteksi dini sekaligus jaminan bahwa petugas yang bertugas berada dalam kondisi prima.

BACA JUGA:  Siap Mudik Idul Fitri 1447 H! Polda Jateng Luncurkan Program Unggulan "Valet and Ride", Brebes Jadi Titik Pusat

Kepala Biddokkes Polda Jateng, KBP drg. Agung Hadi Widjanarko, Sp.BM., MARS., FisQua, menjelaskan bahwa tahapan pemeriksaan kesehatan dan skrining ini sangat krusial sebelum para Bhabinkamtibmas bertindak sebagai Tracer TB di lapangan.

“Sebelum diterjunkan, kami pastikan dulu seluruh personel sehat dan tidak terpapar TB Paru. Tujuannya agar mereka bisa menjalankan tugas pendampingan, edukasi, dan penelusuran kasus secara maksimal, serta terhindar dari risiko menjadi sumber penularan penyakit ke masyarakat,” ujar Kabiddokkes saat memberikan keterangan pada Rabu (3/6).

Menurutnya, pemilihan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan program ini didasari peran strategis mereka sebagai ujung tombak Polri yang paling dekat dengan masyarakat dan memiliki interaksi tinggi dalam kegiatan keseharian.

“Dalam program Polda Jateng TOSS TB, peran mereka sangat luas: mulai membantu menemukan kasus sejak dini, menelusuri siapa saja yang pernah berinteraksi dengan pasien, mengedukasi bahaya TB, mendampingi pasien berobat sampai tuntas, hingga memastikan data terlaporkan dan terhubung dengan fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkan, apabila dalam proses skrining ditemukan petugas yang dicurigai atau masuk kategori suspek TB Paru, maka akan segera dilakukan tindak lanjut berupa pemeriksaan rontgen dada serta dirujuk ke Puskesmas. Di sana, petugas akan menjalani Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk memastikan diagnosis dan segera memulai pengobatan jika hasilnya positif.

“Prinsip kami jelas: deteksi dini, penanganan cepat, dan pengobatan tuntas. Semangat TOSS – Temukan, Obati Sampai Sembuh – menjadi kunci agar rantai penularan TB bisa terputus dan masyarakat mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik,” tambahnya.

BACA JUGA:  Warga Cikeusal Serang Terus Deklarasikan Andra Soni - Dimyati di Banten

Ke depannya, para Bhabinkamtibmas akan dibekali pelatihan khusus, perlengkapan lengkap berupa KIT Tracer TB, buku saku panduan, formulir skrining, wadah sampel dahak (pot sputum), serta sistem pelaporan digital yang terintegrasi langsung dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas terkait.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan pentingnya peran program ini dalam upaya pemberantasan penyakit menular tersebut.

“Melalui program ini, kami berharap mampu memperkuat pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian kasus TB Paru di Jawa Tengah, sekaligus berkontribusi nyata mendukung target eliminasi TB nasional pada tahun 2030,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan memutus rantai penularan Tuberkulosis sangat bergantung pada sinergi antara Polri, instansi kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat.

“Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, kami optimistis program ini membawa manfaat besar. Kami juga mengajak masyarakat agar tidak takut memeriksakan diri dan segera berobat jika merasakan gejala TB. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh total,” pungkas Kombes Pol Artanto.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *