Tangerang – Anggota Komisi VII DPR RI, H. Mujakkir Zuhri, menegaskan pentingnya mempercepat penumbuhan wirausaha baru di Provinsi Banten guna memperkuat perekonomian masyarakat dan meningkatkan daya saing industri nasional. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM).
“Penumbuhan wirausaha baru memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat sektor industri kecil. Oleh karena itu, hal ini harus terus diperkuat,” ujar Mujakkir Zuhri dalam acara Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil di Hotel Golden Tulip Essential Tangerang, Sabtu (29/11).
Mujakkir menjelaskan bahwa DPR RI berkomitmen untuk mendukung kebijakan serta penganggaran yang fokus pada pengembangan IKM, termasuk memastikan program pembinaan bagi para wirausaha baru dapat berjalan secara berkelanjutan, mulai dari pelatihan hingga pendampingan usaha.
“Sektor IKM terbukti memiliki daya tahan yang tinggi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, pendirian wirausaha baru perlu diperluas di daerah-daerah dengan potensi industri dan kreativitas masyarakat yang besar, termasuk di Banten,” kata Mujakkir.
Pelatihan Tiga Bidang Utama
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), dan melibatkan pelatihan teknis di tiga bidang yang memiliki potensi besar di pasar. Ketiga bidang tersebut adalah Anyaman Bambu, Reparasi Telepon Genggam, dan Pengolahan Hasil Laut.
Pelatihan anyaman bambu bertujuan untuk meningkatkan kualitas kerajinan lokal dan memperluas pasar bagi produk berbasis bambu. Sementara pelatihan reparasi telepon genggam diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknisi yang terus berkembang seiring dengan pesatnya penggunaan perangkat digital. Pelatihan pengolahan hasil laut difokuskan pada pengembangan produk pangan berbasis laut dengan standar mutu yang lebih tinggi serta daya saing yang kuat di pasar lokal dan global.
Sebanyak 270 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Banten mengikuti proses pendaftaran. Setelah seleksi administrasi dan teknis, sebanyak 30 peserta terbaik dipilih untuk mengikuti pelatihan intensif selama dua hari. Pada hari ketiga, peserta akan melakukan kunjungan lapangan ke Lembaga Klaster Mandiri (LKM) yang telah beroperasi untuk mempelajari proses produksi secara langsung.
Apresiasi Wali Kota Tangerang
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan apresiasi terhadap program ini yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat Banten. Ia mendukung penuh upaya penumbuhan wirausaha baru yang dapat memperkuat industri kecil dan membuka lebih banyak peluang usaha di daerah.
“Kegiatan ini sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Selain meningkatkan keterampilan teknis peserta, program ini juga dapat menciptakan ekosistem usaha yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perekonomian daerah,” ungkap Sachrudin.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Peserta
Kementerian Perindustrian juga menegaskan bahwa program penumbuhan wirausaha baru tidak berhenti pada tahapan pelatihan saja. Peserta akan memperoleh pendampingan lanjutan yang mencakup fasilitasi perizinan usaha, peningkatan kapasitas produksi, pengemasan produk, dan perluasan akses pemasaran melalui jaringan industri kecil dan platform digital.
Dengan adanya pendampingan tersebut, diharapkan para peserta dapat memulai dan mengembangkan usaha mereka dengan lebih optimal, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah dan nasional.
(Ar/Dy/cos)














