Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Banten  

Jalan Rusak Kepung Kabupaten Pandeglang, Narasi Pembangunan Dipertanyakan Warga

20260214 141125 1 scaled

Banten – Kerusakan jalan masih menghantui hampir seluruh wilayah Kabupaten Pandeglang Banten. Kondisi di lapangan dinilai jauh berbeda dengan pemberitaan sejumlah media yang memuji program pembangunan jalan yang dikaitkan dengan Gubernur Banten Andra Soni.

Warga menilai realitas yang mereka rasakan setiap hari tidak seindah narasi yang digembar-gemborkan.

Sejumlah tokoh yang disebut dekat dengan lingkar kekuasaan terus mempromosikan keberhasilan pembangunan jalan. Namun fakta di lapangan menunjukkan masih banyak ruas rusak berat.

Salah satu contoh berada di Kampung Nyoreang, dekat Terminal Cadasari Pandeglang. Jalan tersebut rusak parah meski lokasinya hanya beberapa meter dari pusat pemerintahan kabupaten dan tidak terlalu jauh dari wilayah administratif Provinsi Banten.

“Yang dekat kantor pemerintah saja rusak parah, apalagi di pelosok yang sulit dijangkau,” kata Ujang, warga yang melintasi jalan tersebut pada 14 Februari 2025.

BACA JUGA:  Ditreskrimum Polda Banten Berhasil Menangkap 14 Tersangka Peredaran Uang Palsu

Kritik warga semakin keras setelah muncul sejumlah kecelakaan yang dikaitkan dengan kondisi jalan rusak. Di kawasan Gardu Tanjak, seorang siswa SD dilaporkan meninggal dunia setelah menghindari lubang di jalan pusat pemerintahan.

Tragedi lain juga terjadi di Jalan Raya Citeras, Kabupaten Lebak, ketika seorang pelajar SMK meninggal akibat kecelakaan yang dipicu jalan berlubang.

Warga menilai klaim keberhasilan pembangunan yang ramai diberitakan belum mencerminkan kondisi nyata. Mereka menyebut banyak jalan rusak berat di berbagai pelosok, sementara promosi keberhasilan pembangunan lebih dominan di ruang publik dibanding perbaikan konkret di lapangan.

Kekecewaan terhadap kepemimpinan daerah Bupati Pandeglang dan Gubernur Banten pun terus menguat. Sejumlah warga menilai janji kampanye terkait pembangunan infrastruktur belum dirasakan merata.

BACA JUGA:  Masyarakat UTD Aceh Barat Minta Dinas PUPR Segera Perbaiki Jalan di Mereubo Yang Kian Parah

Kritik juga diarahkan pada Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma yang dianggap belum memahami sepenuhnya kondisi wilayah, sehingga pembangunan dinilai belum menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.

Desakan evaluasi menyeluruh terhadap program infrastruktur terus mengalir. Warga meminta pemerintah provinsi dan kabupaten berhenti mengandalkan narasi pencitraan, dan mulai fokus pada perbaikan nyata di jalan-jalan yang setiap hari mengancam keselamatan masyarakat

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *