Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Kondisi Jembatan Bajangsari Desa Randusanga Kulon Memprihatinkan, Warga Minta Perbaikan Segera

IMG 20260303 WA0121
Kondisi jembatan Bajangsari terlihat kropos dikhawatirkan mengancam keselamatan warga yang melintas.(Foto hatiandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Diujung utara Kabupaten Brebes, tepatnya di Desa Randusanga Kulon, Dukuh Bajangsari warga masyarakatnya berjuang melawan dua ancaman sekaligus: abrasi laut yang telah memakan sepertiga tambak milik warga setempat dan “abrasi harapan” akibat kelalaian birokrasi. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses vital ke lingkungan RT 04 RW 5 kini dalam kondisi keropos parah, mengancam nyawa terutama anak-anak sekolah yang setiap hari melintasinya.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Randusanga Kulon H. Afan Setiono, SE, melalui sambungan telepon pada Selasa (03/03/2026). Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait kondisi jembatan yang semakin memburuk.

“Jembatan sudah lama rusak dan sangat memprihatinkan. Kami sudah berulang kali melaporkan ke pemerintah Kabupaten Brebes, namun hingga kini tak ada respons serius,” ujarnya dengan nada kecewa.

BACA JUGA:  Disbudpar: Kota Lama Semarang Jadi Destinasi Wisata Favorit Di Jateng

Secara geografis, desa yang memiliki tiga pedukuhan (Randusanga, Sigempol, Banjangsari) menghadapi isolasi ganda. Sebagian wilayah hanya bisa dijangkau dengan perahu karena kendaraan darat tidak dapat masuk, sementara abrasi terus menggigit lahan tambak yang berubah menjadi lautan. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya jembatan penghubung Sungai Kali Kamal dan Sungai Banjangsari.

“Betonnya retak-belah, sebagian sudah roboh! Sangat berbahaya!” seru puluhan warga yang ditemui di lapangan.

Jembatan yang lapuk menjadi ancaman nyata bagi anak-anak sekolah yang mengandalkannya untuk menuntut ilmu. Seorang ibu yang tidak mau disebutkan namanya mewakili suara warga dengan mata berkaca-kaca: “Saya setiap pagi melepas anak dengan khawatir. Jangan sampai ada korban jiwa, apakah harus sampai itu terjadi baru pemerintah bergerak?”

BACA JUGA:  Hadiri Hari Kusta Sedunia di Jakarta, Kadinkes Brebes Tekankan Kusta Bisa Disembuhkan dan Stigma Harus Dihilangkan

Bagi masyarakat Dukuh Banjangsari, jembatan bukan hanya sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi ekonomi dan harapan masa depan mereka.

Masyarakat menuntut perbaikan segera dilakukan, bukan besok atau lusa. Pertanyaan besar kini menghadapi Pemerintah Kabupaten Brebes: akankah mereka terus membisu, atau akan mengambil tindakan nyata untuk menyelamatkan warganya? Jembatan Banjangsari menjadi cermin keberpihakan dan taruhan masa depan Randusanga Kulon.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Brebes dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dani Asmoro, ST.MT, belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi jembatan yang dikhawatirkan mengancam keselamatan warga.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *