BREBES – Sebagai wujud komitmen kuatdalam mempercepat eliminasi kusta di wilayah Kabupaten Brebes, Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, menghadiri peringatan Hari Kusta Sedunia (World Leprosy Day) yang diselenggarakan di Jakarta pada, Rabu 11/03/2026.
Kehadiran dr. Heru dalam acara nasional ini menegaskan posisi Kabupaten Brebes yang aktif dalam upaya penanganan penyakit Hansen (kusta), sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Peringatan tahun ini mengusung semangat untuk menghapus stigma negatif terhadap penderita kusta.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Heru Padmonobo menekankan pentingnya deteksi dini guna mencegah kecacatan permanen pada pasien kusta.
“Kusta bukanlah penyakit kutukan atau penyakit turunan yang tidak bisa disembuhkan. Kusta adalah penyakit menular biasa yang bisa disembuhkan total secara gratis di Puskesmas,” ujar dr. Heru saat dihubungi awak media hariandaerah.com melalui sambungan phonselnya dalam sela-sela kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada pengobatan medis, melainkan pada stigma dan diskriminasi yang masih melekat di masyarakat. Hal ini sering kali membuat penderita takut untuk memeriksakan diri.
“Kami Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, terus berupaya meningkatkan pemahaman kepada masyarakat agar tidak menjauhi penderita kusta, melainkan mendukung mereka untuk berobat teratur. Dukungan sosial adalah obat psikologis yang penting,” jelasnya.
Kabupaten Brebes , melalui Dinas Kesehatan dan 38 Puskesmas yang tersebar di seluruh Brebes, serius Tangani Kusta.
Sebagai informasi, berdasarkan Analisis Situasi Kusta Kabupaten Brebes tahun 2025-2026, Dinas Kesehatan Brebes berkomitmen untuk terus menurunkan angka kasus kusta, dengan menargetkan “zero leprosy” melalui pendekatan yang humanis dan proaktif.
Dengan hadirnya dr. Heru Padmonobo di Jakarta, diharapkan jajaran Dinkesda Brebes mendapatkan inspirasi dan arahan baru dalam strategi eliminasi kusta, yang akan diterapkan langsung di lapangan melalui program-program inovatif di setiap Puskesmas.
Acara peringatan di Jakarta ini sendiri menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. , perwakilan daerah, komunitas disabilitas, hingga pegiat sosial, dengan pesan utama: “Kusta dapat disembuhkan, tantangan sebenarnya adalah stigma”.














