BREBES – Sebelum melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah Salafiyah Jatirokeh, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dr. Heru Padmonobo, M.Kes menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan kerja langsung ke Puskesmas Jatirokeh pada, Kamis 05/03/2026 sore. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh pelayanan kesehatan di Puskesmas Jatirokeh berjalan dengan optimal, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Kepala Puskesmas Jatirokeh Cipto Sudrajat dan jajaran tenaga kesehatan, mendampingi Kepala Dinas kesehatan dr. Heru memulai tinjauannya dari ruang rawat inap (RRI) yang menjadi salah satu ujung tombak pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan intensif.
Beliau memeriksa kondisi fasilitas tempat tidur pasien, kelengkapan alat kesehatan dasar, serta kebersihan lingkungan yang sangat penting untuk proses penyembuhan.
“Kondisi ruang rawat inap yang nyaman dan bersih bukan hanya tentang standar pelayanan, tetapi juga tentang rasa hormat kepada pasien yang sedang berjuang melawan penyakit,” ujar dr. Heru saat melihat penataan ruangan yang teratur.
Selanjutnya, beliau meninjau langsung layanan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) yang menjadi prioritas utama dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Brebes. Di ruang PONED, dr. Heru memeriksa kelengkapan peralatan darurat seperti alat bantu persalinan, oksigen, serta sarana pendukung perawatan bayi baru lahir.
“Pelayanan PONED adalah ujung tombak perlindungan bagi ibu dan anak. Kita harus memastikan bahwa setiap fasilitas yang ada bisa diandalkan kapan saja dibutuhkan. Tidak boleh ada satu pun kelalaian karena setiap nyawa sangat berharga,” tegas beliau kepada petugas yang bertugas di unit tersebut.
Tidak hanya fokus pada fasilitas dan peralatan, dr. Heru juga meluangkan waktu untuk berdialog hangat dengan beberapa keluarga pasien yang sedang merawat sanak saudara di puskesmas. Beliau secara pribadi mendengarkan keluhan, masukan, dan harapan masyarakat terkait pelayanan yang diberikan.
Salah satu keluarga pasien, Supriyati (45 tahun) dari Desa Jatirokeh, menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang diterima. “Petugasnya sangat ramah dan sabar menjelaskan setiap tahapan perawatan. Hanya saja, terkadang kita perlu menunggu sedikit lama karena jumlah pasien yang cukup banyak di jam sibuk,” ujarnya.
Mendengar hal tersebut, dr. Heru langsung memberikan tanggapan dan memastikan akan mencari solusi terbaik. “Kami akan evaluasi kembali jadwal dan penempatan tenaga agar antrian bisa lebih efisien. Masukan dari masyarakat adalah cermin bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” jelasnya.
Pada akhir kunjungan, dr. Heru menyampaikan komitmen yang kuat dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. “Komitmen kami sederhana: menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya profesional berdasarkan standar medis, tetapi juga humanis dengan penuh kepedulian. Karena bagi kami, kesehatan bukan sekadar pelayanan administratif atau teknis, melainkan juga tentang kehadiran yang hangat dan rasa empati kepada setiap masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Setelah selesai meninjau puskesmas, dr. Heru melanjutkan kegiatan ke Ponpes Al Falah Salafiyah Jatirokeh untuk menghadiri Tarawih Keliling yang diikuti oleh ratusan santri dan masyarakat sekitar.
Kepala Puskesmas Jatirokeh, Cipto Sudrajat, memastikan bahwa seluruh pelayanan kesehatan di institusinya siap memberikan layanan dengan standar optimal sekaligus mengedepankan nilai humanis terhadap setiap pasien.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk memberikan kepastian terkait kualitas pelayanan yang dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar wilayah kerja Puskesmas Jatirokeh. “Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan sesuai dengan standar yang berlaku, sambil tetap memperhatikan sisi kemanusiaan dalam setiap interaksi dengan pasien,” ujar Cipto.
Pelayanan optimal yang dimaksud mencakup kesiapan sarana dan prasarana kesehatan, serta kompetensi tenaga kesehatan yang terus ditingkatkan. Sementara nilai humanis diterapkan melalui pendekatan yang ramah, empati, dan menghargai hak-hak setiap individu yang datang mencari bantuan kesehatan.














