Pandeglang — Jalan di Kampung Nyoreang, Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali menjadi sorotan. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar dan kerusakan parah telah berlangsung lama tanpa penanganan serius dari pemerintah. Warga menyebut perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara.
Jalan kerap ditambal, namun dalam hitungan minggu kembali rusak. Keluhan masyarakat pun sudah berulang kali disampaikan, baik melalui media sosial maupun pemberitaan media online, tetapi tidak membuahkan hasil signifikan.

“Sudah biasa jalan rusak di Pandeglang. Nanti kalau ada korban baru saling lempar tanggung jawab,” ujar seorang ibu yang setiap hari mengantar anaknya ke sekolah dan meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut warga, kondisi jalan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga membahayakan keselamatan. Sejumlah pengendara dilaporkan menjadi korban akibat lubang yang tidak tertangani, ungkap ibu itu kepada wartawan 6 April 2026.

Yana, seorang pekerja yang rutin melintasi jalur tersebut dari Kaung Caang menuju Baros, mengaku kondisi jalan sangat memprihatinkan. “Setiap hari lewat sini, rusaknya parah. Ini bukan lagi soal nyaman, tapi sudah bahaya,” katanya.
Kekecewaan warga juga diarahkan kepada para pejabat daerah dan anggota DPRD. Mereka menilai para wakil rakyat hanya muncul saat masa pemilihan, namun abai setelah terpilih.
“Bayar pajak terus, tapi jalan tetap rusak. Anggaran ke mana? Jangan cuma bagi-bagi APBD,” keluh warga.

Ironisnya, jalan tersebut kerap viral di media sosial. Namun, penanganan yang dilakukan dinilai hanya bersifat reaktif untuk meredam sorotan publik, bukan solusi jangka panjang.
Warga mendesak pemerintah daerah dan provinsi untuk serius menangani kerusakan infrastruktur, bukan sekadar tambal sulam. Mereka juga meminta agar anggaran dialokasikan secara tepat sasaran demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.














