Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Hadiri Pendampingan di BNN, Wakil Wali Kota Tegal Soroti Penyalahgunaan Obat Keras di Kalangan Anak

IMG 20260407 WA0077
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah,  menyambangi Kantor (BNN) Kota Tegal,dampingi lima anak di bawah umur  yang terindikasi terlibat dalam penyalahgunaan obat keras.(Foto dok hariandaerah.com)

KOTA TEGAL – Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, menyambangi Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal, Selasa (7/4/2026), untuk mendampingi langsung lima anak di bawah umur beserta orang tua mereka yang terindikasi terlibat dalam penyalahgunaan obat keras berbahaya.

Kunjungan ini dilakukan tak lama setelah pihaknya menerima laporan mengenai kasus tersebut dari Kepala BNN Kota Tegal, Kunarto. Dalam kesempatan itu, Tazkiyyatul berusaha memberikan dukungan moril sekaligus mendengarkan langsung kendala yang dihadapi oleh para pihak terkait.

“Hari ini saya datang ke BNN karena mendapat laporan ada lima anak yang sedang menjalani pendampingan akibat penyalahgunaan obat-obatan berbahaya. Saya ingin hadir secara langsung untuk memberikan semangat kepada mereka agar bisa pulih dan kembali ke jalan yang benar,” ujar Tazkiyyatul.

Menurutnya, masalah ini tidak muncul begitu saja. Salah satu akar permasalahannya adalah kurangnya kedekatan dan komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga. Ia mengingatkan bahwa orang tua memiliki peran utama dalam menjaga anak dari pengaruh buruk.

“Seringkali komunikasi antara orang tua dan anak belum berjalan dengan baik. Inilah yang perlu kita perbaiki. Membangun ikatan emosional yang kuat adalah langkah awal terbaik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

BACA JUGA:  YARA : Masa Jabatan Keuchik di Aceh 8 Tahun Konstitusional

Selain masalah internal keluarga, Tazkiyyatul juga menyoroti bahwa sumber obat-obatan tersebut diduga berasal dari lingkungan di luar sekolah. Hal ini membuat penanganan harus dilakukan secara tuntas hingga ke akar rantai peredarannya.

“Berdasarkan informasi yang didapat, anak-anak memperoleh obat itu dari teman di luar lingkungan sekolah. Ini yang harus kita usut dengan serius agar rantai peredarannya bisa terputus sepenuhnya,” tegasnya.

Pemerintah Kota Tegal berencana memperkuat kerja sama dengan BNN, termasuk menyusun standar penanganan serta program edukasi yang menyasar sekolah-sekolah. Tujuannya agar para pendidik mampu mendeteksi tanda-tanda awal penyalahgunaan obat sejak dini.

Tak hanya itu, ia juga mengimbau kepada seluruh orang tua untuk tidak menghakimi anak yang terlibat, melainkan memberikan dukungan dan kasih sayang agar mereka tidak merasa tersisih.

“Jangan langsung menyalahkan atau memberi cap buruk. Peluk mereka, dengarkan, dan yakinkan bahwa kesalahan bukan berarti akhir dari segalanya. Mereka butuh dukungan untuk bangkit,” pesannya.

BACA JUGA:  PT Maga Seribu Perkasa Terseret Dugaan Jampel Fiktif, Bank Siap Bongkar Fakta Mana Ada BRI Pakai Email Com

Sementara itu, Kepala BNN Kota Tegal, Kunarto, mengakui bahwa kasus serupa masih cukup sering ditemukan di wilayah tersebut, bahkan jumlahnya terbilang tinggi. Sebagian besar kasus diketahui berkat laporan dan deteksi dari pihak sekolah.

“Setiap hari kasus seperti ini selalu ada, bisa dua hingga tiga orang, bahkan kemarin mencapai sebelas orang. Oleh karena itu, kami secara rutin melakukan sosialisasi ke sekolah setiap hari Senin, serta bekerja sama dengan guru Bimbingan Konseling untuk melakukan deteksi dini,” paparnya.

Sebagai langkah jangka panjang, BNN Kota Tegal juga tengah menyusun program integrasi materi anti narkotika ke dalam kurikulum sekolah. Diharapkan, pemahaman mengenai bahaya obat-obatan terlarang dapat tertanam sejak dini di benak para pelajar.

“Kami akan masukkan materi ini ke dalam kurikulum agar anak-anak makin paham betapa bahayanya narkoba dan dampaknya bagi masa depan mereka,” tutup Kunarto.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *