KOTA LANGSA – Tim Gabungan Pencarian Bersama yang terdiri dari BPBD Kota Langsa, Basarnas, Tagana Dinsos serta Polsek dan Koramil Langsa Barat masih melakukan pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang saat melaut di perairan Kota Langsa.
Nelayan yang dikabarkan hilang saat melaut pada hari Sabtu (25/07/2026) tersebut bernama Muhammad Amin (42), warga Dusun Nelayan, Gampong Lhokbanie, Kecamatan Langsa Barat.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Langsa, dr. Muhammad Yusuf Akbar MKM melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Hady Wijaya S.STP MSP menyampaikan, bahwa hilangnya seorang nelayan warga Kota Langsa, sampai saat ini masih terus dilakukan pencarian disekitar lokasi terakhir ditemukannya perahu milik korban.
“Informasi awal yang kita terima, korban yang bernama M. Amin, warga Gampong Lhokbanie ini berangkat melaut seperti biasa, sekitar pukul 05.00 WIB pagi, namun hingga sore hari korban belum juga kembali,” ucap Hady Wijaya kepada hariandaerah, Minggu (26/07/2026).

Atas kejadian tersebut, warga setempat yang curiga kemudian melakukan pengecekan ke laut. Pada pukul 16.30 WIB, perahu milik korban ditemukan dalam keadaan kosong mengapung di laut dan di dalam air juga ditemukan Handphone milik korban. Warga langsung melaporkan ke BPBD Langsa dan tim SAR.
Hady menjelaskan, sesuai laporan yang diterima, Tim BPBD Kota Langsa bersama Tim SAR Gabungan, Polsek Langsa Barat, Koramil Langsa Barat, Tagana Dinsos dan masyarakat setempat langsung bergerak cepat melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi.
Pihak tim gabungan terus berupaya melakukan penyisiran laut di titik terakhir perahu ditemukan, dan terus berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk membantu pencarian serta memantau kondisi cuaca dan arus laut.
“Namun hingga kini, sampai pukul 23.45 WIB korban masih belum kita temukan,” terangnya.
BPBD Kota Langsa bersama Tim gabungan juga menghimbau masyarakat khususnya nelayan agar dapat selalu memakai pelampung (life jacket) saat melaut, memberitahu keluarga sebelum berangkat melaut, cek prakiraan cuaca serta membawa HP atau nomor darurat untuk berjaga-jaga.
“Saat ini musim cuaca di laut bisa berubah dengan cepat. Jadi kita harapkan kepada para nelayan yang hendak melaut agar lebih waspada dan safety diri,” ungkap Hady Wijaya.














