BREBES – Dalam upaya meningkatkan daya saing dan kualitas produk lokal, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkopumdag) Kabupaten Brebes menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan manajemen kafe dan barista pemula. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis, 22–23 April 2026, bertempat di Gedung Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan dihadiri oleh para pelaku usaha serta pengusaha kopi di wilayah tersebut.
Pelatihan ini merupakan wujud nyata dari arah kebijakan pengembangan UMKM yang fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dalam kesempatan ini, dibahas lima poin strategis yang menjadi kunci keberhasilan bisnis, yaitu pentingnya kualitas produk dan pemasaran, pengembangan potensi lokal, pemberdayaan berkelanjutan, akses pasar modern, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital.
Sebagai narasumber, kegiatan menghadirkan tokoh dan praktisi yang kompeten, antara lain Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Brebes, Tobidin Sarjum, S.H., M.H., serta Rizky Ubaidillah, S.Si.
Dalam materinya, Tobidin menekankan bahwa untuk mampu bersaing di pasar yang semakin ketat, para pengusaha kopi harus memperhatikan standar kualitas produk yang baik. Selain itu, strategi pemasaran yang tepat juga menjadi penentu agar produk dapat dikenal luas dan diminati masyarakat.
“Tidak hanya itu, pengembangan potensi lokal juga digaungkan sebagai upaya memaksimalkan sumber daya yang ada di daerah. Diharapkan, komoditas kopi di Brebes dapat terus dikembangkan tidak hanya sebagai produk konsumsi, tetapi juga memiliki nilai tambah ekonomi yang tinggi,” ujar Tobidin.
Konsep pemberdayaan berkelanjutan juga menjadi sorotan utama. Hal ini dimaksudkan agar usaha yang dijalankan tidak hanya bertahan sesaat, tetapi mampu tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Sementara itu, Rizky Ubaidillah dalam pemaparannya menyampaikan bahwa salah satu terobosan yang didorong adalah kemudahan akses pasar. Para pelaku usaha diarahkan untuk tidak hanya mengandalkan pasar tradisional, tetapi juga berani masuk ke pasar modern.
Hal ini sejalan dengan arahan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan digitalisasi dalam promosi maupun transaksi jual beli, sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes, Khaerul Abidin, menyampaikan harapannya melalui kegiatan ini.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para pengusaha kopi dapat semakin profesional, berwawasan luas, dan siap membawa produk lokal Brebes menuju pasar yang lebih besar, baik di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.










