Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Luncurkan Program ARJUNA, Pemkab Brebes Perkuat Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus

IMG 20260430 WA0073
Pemkab Brebes Luncurkan Program Unggulan ARJUNA untuk Anak Berkebutuhan Khusus, bertempat di SDN Klampok 01 pada Kamis 30/04/2026.(Foto dok humas Brebes for hariandaerah.com)

BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes resmi meluncurkan program unggulan bernama ARJUNA, yang merupakan singkatan dari Akselerasi, Responsif, Jaminan Layanan, Universal, dan Nondiskriminatif. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang berpihak penuh kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Momentum peluncuran ditandai dengan penandatanganan dokumen Rencana Aksi Perubahan Kinerja Organisasi oleh Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma SE MM, yang berlangsung di SD Negeri Klampok 01, Kecamatan Wanasari, pada Kamis (30/04/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) yang telah merancang dan menghadirkan inisiatif ini. Menurutnya, program ARJUNA adalah bukti nyata komitmen pemerintah bahwa pendidikan adalah hak bagi semua warga negara tanpa terkecuali.

“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak, tidak terkecuali mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Melalui program ini yang mengusung prinsip akselerasi, responsif, menjamin layanan, menjangkau semua pihak, dan bebas diskriminasi, kami berharap pendidikan inklusif di Brebes semakin kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tegas Bupati Paramitha.

Ia menegaskan tidak boleh ada lagi anak yang tertinggal atau terpinggirkan hanya karena perbedaan kondisi. “Semua harus kita rangkul, kita dampingi, dan kita beri kesempatan yang sama untuk berkembang,” tambahnya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat daerah, pihak sekolah, hingga warga sekitar, untuk bersinergi mendukung keberhasilan program ini. Baginya, keberhasilan tidak hanya terletak pada konsep yang bagus, tetapi pada konsistensi komitmen bersama dalam pelaksanaannya. Harapannya, ARJUNA dapat menjadi terobosan baru agar ABK bisa bersekolah di sekolah reguler dengan layanan yang setara seperti anak-anak lainnya.

BACA JUGA:  Peringati HUT Simeulue Yang Ke-23, Plt Sekda Jadi Inspektur Upacara

Sementara itu, Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes, Sutaryono, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk menjawab tantangan dan kebutuhan di lapangan. Selain bertujuan memenuhi hak pendidikan, ARJUNA juga menjadi strategi pemerintah untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus memperkuat sistem pendidikan yang menjunjung tinggi kesetaraan.

Ia mengakui bahwa selama ini masih terdapat kesenjangan akses layanan bagi ABK. Salah satu kendala utamanya adalah keterbatasan fasilitas, mengingat Sekolah Luar Biasa (SLB) di Brebes baru tersedia di dua wilayah saja, yakni di Kota Brebes dan Kecamatan Bumiayu.

“Karena itulah program ARJUNA kami hadirkan. Lewat program ini, layanan pendidikan akan bisa menjangkau seluruh kecamatan, termasuk dengan mengoptimalkan peran lembaga pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan hak pendidikan terpenuhi sekaligus meminimalisir kesenjangan layanan,” ungkap Sutaryono.

Data yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dindikpora, Aditya Perdana, menunjukkan bahwa saat ini tercatat ada 513 anak berkebutuhan khusus di Brebes. Namun, sebanyak 330 orang di antaranya atau hampir dua pertiganya belum mendapatkan layanan pendidikan secara optimal.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan layanan secara bertahap. Implementasi akan dimulai melalui pilot project di enam sekolah, lalu diperluas menjadi 20 sekolah, hingga pada tahun 2027 ditargetkan seluruh satuan pendidikan di Brebes, baik formal maupun nonformal, telah menerapkan sistem pendidikan inklusif.

BACA JUGA:  Rencana Perbaikan Jalan Nasional Karangbale-Flyover Ketanggungan di Harapkan Tak Ganggu Aktivitas Warga

Aditya juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia sebagai kunci utama. Ke depannya, pemerintah akan memastikan ketersediaan guru pendamping khusus, dengan standar ideal satu orang guru menangani maksimal lima siswa ABK, agar proses pembelajaran berjalan efektif.

Di tengah semangat peluncuran program, harapan dan doa juga datang langsung dari kalangan siswa. Putri Maulida, siswi kelas 6 yang juga merupakan anak berkebutuhan khusus, menyampaikan rasa syukurnya atas adanya perhatian khusus dari pemerintah.

“Semoga ke depannya makin baik, programnya sukses, dan anak-anak ABK bisa diperlakukan lebih adil dan mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya dengan antusias.

Putri yang pernah menempuh pendidikan di SDN Klampok 01 sejak kelas 1 hingga kelas 5, sebelum akhirnya pindah ke SDN Klampok 05 karena alasan jarak tempuh, memiliki semangat belajar yang tak pernah padam. Ia pun memiliki cita-cita mulia, yakni ingin menjadi pramugari ketika dewasa nanti.

Peluncuran Program ARJUNA ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia pendidikan di Brebes, yang mewujudkan sistem pembelajaran yang benar-benar inklusif, adil, dan bebas diskriminasi. Sehingga, setiap anak tanpa terkecuali memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *