Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Konflik Memanas Jelang Muscab Demokrat Brebes: Ada Dugaan Intervensi, Ketua DPC Bantah

IMG 20260505 WA0010
Asrofi salah satu calon kandidat Ketua DPC Partai Demokrat bersama Mbah Roso Ketua PAC Partai Demokrat Brebes.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Suhu politik di tubuh DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes mendadak memanas menjelang penyelenggaraan Musyawarah Cabang (Muscab) yang akan memilih kepengurusan baru. Ketegangan muncul menyusul adanya dugaan intervensi dan tekanan yang dilakukan oleh Ketua DPC petahana terhadap sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) yang telah menyatakan dukungan kepada kandidat lain.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah PAC dipaksa untuk menarik kembali dukungan yang telah diberikan. Tekanan tersebut bahkan disertai ancaman pembekuan masa bakti kepengurusan jika tetap bersikukuh mendukung calon yang tidak sesuai dengan keinginan pimpinan. Tidak hanya itu, muncul juga dugaan bahwa dana aspirasi untuk wilayah tersebut akan ditahan atau tidak disalurkan sebagai bentuk tekanan lebih lanjut.

Menyikapi situasi tersebut, Asrofi yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat menilai praktik itu sangat tidak patut dilakukan dan telah mencederai nilai-nilai demokrasi di internal partai.

“Sangat kami sayangkan. Jika benar ada intervensi, ancaman pembekuan hingga penahanan hak aspirasi, ini jelas mencederai demokrasi di tubuh partai. Tindakan semacam itu sangat tidak elok dilakukan oleh seorang pemimpin,” tegas Asrofi saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan bahwa Muscab seharusnya menjadi ajang adu gagasan dan visi untuk memajukan organisasi, bukan menjadi tempat melakukan intimidasi demi mempertahankan posisi. Menurutnya, hak politik PAC sebagai perwakilan akar rumput harus dihormati sepenuhnya.

BACA JUGA:  Aktivis Minta Program Nakes Door to Door di Brebes Dimaksimalkan: “Jangan Hanya Jadi Program di Atas Kertas”

“Biarkan mereka memilih sesuai hati nurani dan pertimbangan terbaik untuk kemajuan partai. Praktik menekan seperti ini justru hanya akan merusak solidaritas kader di tingkat bawah,” tambahnya.

Asrofi juga mengklaim telah mendapatkan dukungan yang cukup luas. “Sementara ini ada 15 PAC yang menyatakan dukungan, dan 9 di antaranya sudah menyerahkan surat pernyataan secara tertulis,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Paguyangan, Bambang, membenarkan telah diadakan pertemuan dengan pimpinan DPC. Ia mengakui bahwa dalam pertemuan tersebut disampaikan penegasan terkait status kepengurusan.

“Isi pertemuan itu menegaskan bahwa Ketua DPC saat ini, Hj Opy Ropiah, masih menjabat secara definitif dan sah. Beliau juga menyampaikan akan maju kembali mencalonkan diri di Muscab nanti,” jelas Bambang yang diketahui telah memberikan dukungan tertulis kepada Asrofi.

Meski menilai pertemuan tersebut lebih kepada penyampaian status, Bambang mengakui bahwa di kalangan pengurus PAC banyak tersimpan keluhan. Selama ini, mereka merasa kurang mendapatkan perhatian dari pimpinan pusat cabang.

“Banyak yang bertanya, kenapa baru sekarang disambangi? Baru ada nama calon lain, langsung kebakaran jenggot. Selama ini kami jarang dikunjungi, rasanya punya pimpinan tapi tidak terasa kehadirannya. Kalau sudah begitu, bagaimana kami bisa berkembang?” ujarnya menyampaikan aspirasi rekan-rekan PAC.

Di sisi lain, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes, Hj Opy Ropiah, saat dikonfirmasi secara tegas membantah seluruh tudingan intervensi dan tekanan tersebut. Ia bahkan menilai informasi yang beredar adalah bentuk pembohongan publik.

BACA JUGA:  Dugaan Mafia Tanah di Brebes: Lahan Milik Orang Tua Sunandar Pindah Nama Saat Mau Didaftarkan PTSL

“Sama sekali tidak ada intervensi seperti yang dituduhkan. Faktanya, seluruh PAC yang sebelumnya menandatangani dukungan kepada pihak lain sudah mencabut pernyataannya. Mereka sadar telah melanggar kode etik dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, bahkan sudah menyampaikan permintaan maaf,” jelas Opy.

Ia juga menyoroti syarat keabsahan menjadi kandidat. “Selain itu, jabatan saya juga belum berakhir. Secara aturan, untuk menjadi calon Ketua DPC pun ada syaratnya, di antaranya pernah menjabat sebagai Ketua PAC minimal lima tahun. Hal ini seharusnya dijadikan pertimbangan, bukan sembarangan maju tanpa memperhatikan ketentuan,” tegasnya.

Terkait kesiapan menghadapi pemilihan, Opy membenarkan akan kembali bertarung sebagai calon petahana untuk memimpin Partai Demokrat Brebes periode mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, dinamika di internal partai masih terus berlangsung dan menjadi perhatian, mengingat Muscab dijadwalkan akan digelar dalam waktu dekat. Situasi ini menjadi ujian seberapa kuat ikatan solidaritas dan komitmen kader terhadap prinsip demokrasi berorganisasi.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *