Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Proyek Pompanisasi di Desa Cenang Gagal Fungsi, Petani Kecewa Pekerjaan Rekanan Diduga Tak Sesuai Standar

IMG 20260605 WA0002 1
Kondisi pompanisasi bantuan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, yang mangkrak lokasi di Desa Cenang Kecamatan Songgom.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Bantuan program pompanisasi berskala besar dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2025 yang disalurkan kepada Kelompok Tani Setia Tani, Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, justru menuai kekecewaan mendalam. Pasalnya, hingga memasuki pertengahan tahun 2026, instalasi pompa air yang dibangun melalui mekanisme e-purchasing tersebut dikabarkan tidak dapat difungsikan sama sekali atau mangkrak.

Ketua Kelompok Tani Setia Tani, Bambang, didampingi Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Cenang, Dul Hadi, mengungkapkan bahwa kegagalan fungsi alat tersebut sebenarnya sudah diprediksi sejak awal proses pemasangan pada Oktober 2025 silam.

Menurut Bambang, pihak pelaksana atau rekanan dianggap mengabaikan masukan dari para petani terkait spesifikasi teknis yang dibutuhkan di lapangan. “Sejak awal kami sudah memberikan masukan karena melihat cara pemasangan mesin dan pemipaan tidak sesuai standar. Namun, pihak rekanan tidak mengindahkan dan justru terkesan mengabaikan saran kami,” ungkap Bambang saat dikonfirmasi awak media.

BACA JUGA:  Pemdes Sindang Agung Salurkan BLT-DD Tahap Pertama

Lebih rinci ia menjelaskan, meskipun mesin pompa yang digunakan bermerek ternama Yanmar berkapasitas 30 PK, namun instalasi pendukungnya dinilai tidak layak dan tidak sesuai spesifikasi. Khususnya pada bagian pipa penghisap air yang menuju ke aliran Sungai Pemali, yang diduga tidak memenuhi standar teknis yang seharusnya.

“Akibatnya, air sama sekali tidak bisa naik. Saat mesin dipaksakan untuk menyala, suhunya langsung menjadi sangat panas hingga menyebabkan seal klep mesin rusak dan terbakar. Seharusnya boshpom menggunakan model keongan, dan pipa penghisap menggunakan material standar dengan ukuran yang tepat, yaitu diameter 4 inci,” jelas Bambang mengenai akar permasalahannya.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak Balai Penyuluhan Pertanian Terpadu (BPPT) Kecamatan Songgom melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Khaerul Umam, menyatakan rasa kecewa dan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dialami petani binaannya.

“Kami selaku pembina petani di wilayah Desa Cenang sangat kecewa dengan hasil pekerjaan ini. Proyek ini sudah berjalan sejak Oktober 2025, namun hasilnya nihil dan sama sekali tidak memberikan manfaat bagi para petani,” ujar Khaerul saat ditemui di kantornya.

BACA JUGA:  Cair! 583 KK di Kota Langsa Terima Dana Bantuan Perbaikan Rumah Rusak

Khaerul menambahkan, pihaknya sebenarnya telah berupaya melakukan koordinasi bersama konsultan lapangan, Subhi, guna menegur pelaksana proyek agar segera melakukan perbaikan. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata yang dilakukan sehingga pompa air tersebut belum bisa beroperasi.

Sampai saat ini, para petani dan warga Desa Cenang mendesak Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah untuk segera mengevaluasi kinerja rekanan pelaksana proyek tersebut. Mereka juga meminta agar perbaikan segera dilakukan, sehingga bantuan yang bersumber dari uang rakyat tersebut tidak terbuang percuma dan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian warga setempat.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *