Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Media Sosial Ramai Soroti Menu MBG Cot Rheue, Guru dan Wali Murid Sampaikan Keluhan

Picsart 26 07 24 10 48 31 831
Keluhan di medsos MBG dari Cot Rheue di Sorot penerima MBG.hariandaerah.com/netizen

ACEH UTARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui dapur MBG Cot Rheue kembali menjadi sorotan publik setelah muncul berbagai keluhan terkait kualitas menu yang diterima siswa. Keluhan tersebut tidak hanya datang dari guru dan wali murid, tetapi juga ramai diperbincangkan di media sosial hingga memicu perdebatan di tengah masyarakat. (23/7/2026)

Sejumlah wali murid mengaku kecewa dengan menu yang diterima anak-anak mereka. Beberapa di antaranya menilai kualitas makanan belum mencerminkan tujuan utama program pemerintah yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik.

Menurut keterangan sejumlah sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, menu yang diterima siswa di sejumlah sekolah kerap didominasi ikan tongkol yang keras, mi, serta buah-buahan yang dinilai kurang layak konsumsi. Kondisi itu disebut telah berlangsung berulang kali sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan orang tua.

“Anak-anak sering mengeluh. Ada yang tidak menghabiskan makanan karena ikan terlalu keras. Orang tua tentu berharap makanan yang diberikan benar-benar bergizi dan disukai anak-anak,” ujar seorang sumber.

BACA JUGA:  Tanggapi Keluhan Warga, Dinas PUPR Lakukan Eksekusi Lapangan

Di media sosial, kritik terhadap kualitas menu MBG Cot Rheue juga terus bermunculan. Sebagian warganet menyindir porsi makanan yang disajikan dengan istilah “nasi kucing”, sementara yang lain mendesak pemerintah dan pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa.

“Programnya bagus, tetapi pelaksanaannya harus diawasi. Jangan sampai tujuan meningkatkan gizi anak justru menimbulkan keluhan di lapangan,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Sejumlah guru berharap penyedia makanan segera melakukan pembenahan, baik dari segi kualitas bahan baku, variasi menu, maupun standar kelayakan konsumsi bagi anak-anak usia sekolah.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Karena itu, masyarakat berharap pengawasan terhadap pelaksanaannya dilakukan secara ketat agar kualitas makanan yang diterima siswa benar-benar sesuai dengan standar gizi dan keamanan pangan yang telah ditetapkan pemerintah.

BACA JUGA:  30 Peserta Lulus Tes Potensi Calon Anggota Komisi Informasi Aceh Periode 2024-2028

Dalam penelusuran lebih lanjut, wartawan memperoleh informasi dari sejumlah warga yang menyebut dapur MBG Cot Rheue diduga berkaitan dengan seseorang berinisial A.

Untuk menjaga keberimbangan informasi, wartawan kemudian menghubungi sosok yang dimaksud. Berinisial (A), yang bersangkutan membantah keterlibatannya dan menegaskan bahwa dapur MBG Cot Rheue bukan miliknya.

“Itu bukan dapur saya,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, dapur MBG Cot Rheue belum ada pengakuan resmi siapa pemiliknya hal ini juga ada memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan guru, wali murid, dan masyarakat tersebut. Pemerintah daerah serta pihak yang berwenang diharapkan segera melakukan evaluasi agar tujuan program MBG untuk meningkatkan kualitas gizi anak dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *