Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Bangun Benteng Hijau: Ribuan Mangrove Ditanam Lindungi Pesisir Randusanga Kulon Brebes dari Gerusan Air Laut

IMG 20260605 WA0005
Cegah Abarsi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes, Mochamad Sodiq, ikut serta dalam penanaman bibit Mangrove di pesisir Randusanga Kulon Brebes.(Foto dok hariandaerah.com/PZ)

BREBES – Sebanyak 3.700 bibit pohon bakau atau mangrove ditanam di sepanjang pesisir Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes. Penanaman ini menjadi langkah nyata pembangunan benteng hijau, guna melindungi wilayah tersebut dari ancaman abrasi yang terus menggerus lahan tambak maupun permukiman warga. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (5/6/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Aksi penghijauan ini berjalan berkat kolaborasi yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes, Komandan Pos TNI AL Kluwut, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V, Cabang Dinas Kelautan Wilayah Barat Provinsi Jawa Tengah, perangkat desa, serta berbagai elemen masyarakat setempat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes, Mochamad Sodiq, menjelaskan bahwa tingkat kerusakan akibat abrasi di Randusanga Kulon saat ini sudah tergolong cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan tindakan konkret untuk menekan dampak buruknya, salah satunya melalui penanaman mangrove yang berfungsi sebagai pelindung alami kawasan pesisir.

“Tingkat abrasi di sana sudah tinggi, maka hari ini kami tanam sebanyak 3.700 bibit mangrove. Harapannya, seluruh bibit ini bisa hidup dan tumbuh subur, sehingga laju abrasi di Desa Randusanga Kulon dapat dicegah dan dikendalikan,” ujar Sodiq.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan serta dalam gerakan penghijauan, mulai dari lingkungan terdekat.

BACA JUGA:  PLN IP dan Wapres RI Bersatu Selamatkan Mangrove Banten

“Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, mari kita tumbuhkan kepedulian. Paling tidak satu orang menanam satu pohon, baik di pekarangan rumah, kawasan pesisir, maupun hutan mangrove,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Desa Randusanga Kulon, Afan Setiono, mengapresiasi perhatian dan dukungan luas yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes, berbagai instansi terkait, hingga pihak provinsi terhadap persoalan lingkungan di wilayahnya.

Ia menuturkan, dampak abrasi sudah sangat dirasakan dan mengganggu kehidupan warga. Terutama saat air laut pasang tinggi atau yang dikenal warga setempat sebagai fenomena peteruhan, di mana empat wilayah RW kerap tergenang air laut yang bisa masuk hingga ke dalam rumah dengan ketinggian mencapai satu meter.

“Penanaman mangrove ini adalah salah satu langkah utama pencegahan agar abrasi tidak semakin meluas. Pohon ini sangat efektif untuk menahan laju ombak dari laut,” kata Afan.

Lebih jauh ia menjelaskan, manfaat mangrove tidak hanya sebagai penahan gelombang, tetapi juga berfungsi mempercepat pengendapan lumpur. Hal ini berdampak positif bagi keberlanjutan lahan tambak dan perekonomian masyarakat pesisir. Karena itu, gerakan menanam akan terus digalakkan.

BACA JUGA:  Peduli Lingkungan, Pemuda Pancasila Kota Langsa Tanam Bibit Mangrove

Bahkan, warga yang memiliki lahan tambak mulai aktif menanam bibit secara mandiri. Program ini rencananya akan diperluas lagi mulai bulan Juli mendatang, bertepatan dengan masa panen bibit mangrove, sekaligus melibatkan warga secara langsung dalam upaya pelestarian.

“Kami juga akan terus melindungi tanaman mangrove yang sudah ditanam, mengingat manfaatnya sangat besar bagi perlindungan wilayah kami,” tegas Afan.

Di sisi lain, Perwakilan Cabang Dinas Kelautan (CDK) Wilayah Barat Provinsi Jawa Tengah, Adi Purwanto, menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir Brebes. Bahkan, target penanaman telah disiapkan untuk tahun mendatang.

“Kami sangat mendukung segala program agar wilayah pesisir tetap lestari sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ke depannya, kami menargetkan penanaman tambahan sebanyak 5.000 batang mangrove lagi, serta mendukung proses penetapan kawasan konservasi,” ungkap Adi.

Ia berharap, dengan penguatan ekosistem mangrove ini, kawasan tambak budidaya milik warga akan semakin terlindungi dari ancaman kerusakan. Dengan begitu, masyarakat pesisir tetap bisa mempertahankan mata pencaharian mereka, sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *