TANGERANG, – Dalam rangka perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, Wakil Presiden Republik Indonesia menghadiri kegiatan yang juga melibatkan pemangku kepentingan pesisir. RSUD Pakuhaji turun berpartisipasi dengan komitmen nyata terhadap kesehatan publik dan kelestarian lingkungan di Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Kecamatan Mauk. Senin (27/10).
Langkah Kecil, Masa Depan Besar
dr. Umie Kulsum, Direktur RSUD Pakuhaji, menegaskan bahwa upaya dari pesisir menjadi langkah awal untuk masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi komunitas pesisir.
Partisipasi RSUD Pakuhaji
“RSUD Pakuhaji berperan aktif dalam acara dengan menyiapkan layanan Mini ICU serta menghadirkan tim kesehatan yang siap siaga memastikan kesehatan peserta, relawan, dan masyarakat sekitar selama kegiatan berlangsung,” ujar dr. Umie Kulsum.
Tujuan Perlindungan Ekosistem Mangrove
dr. Umie mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan alam serta melestarikan ekosistem pesisir yang menjadi benteng alami bagi lingkungan sekitar.
Nilai Kebersamaan dalam Kegiatan
Melindungi mangrove berarti melindungi masa depan. Keterlibatan RSUD Pakuhaji menegaskan pentingnya sinergi antara fasilitas kesehatan dan pelestarian alam untuk kesehatan publik jangka panjang.
Harapan untuk Masa Depan
“Marilah terus bersinergi menjaga bumi, menjaga kesehatan, dan menjaga kehidupan, sambil memastikan akses layanan kesehatan tetap terjaga bagi komunitas pesisir,” pungkasnya.
Dedikasi Layanan Kesehatan di Lokasi Publik
Dokumen ini menekankan bahwa layanan kesehatan yang disediakan bersifat responsif terhadap kebutuhan peserta dan warga sekitar, tanpa mengurangi fokus pada perlindungan ekosistem mangrove.
Konferensi Kepemimpinan Lokal dan Nasional
Diketahui Bupati Tangerang Banten, Moch Maesyal Rasyid, mendampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka menanam mangrove (bakau) di Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Kecamatan Mauk, Senin (27/10/2025) bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq dan Wakil Menteri LH Diaz Hendropriyono, serta Gubernur Banten, Andra Soni dan Kapolda Banten.















