Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Resmi Ditutup Bupati, Perkemahan Jawara 2026 Tegaskan Pendidikan Kesetaraan Setara Formal dan Diakui Negara

IMG 20260607 WA0001
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, menutup rangkaian kegiatan Perkemahan Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan (Jawara) Tahun 2026 di kawasan Objek Wisata Tuk Sirah Pemali.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Brebes secara resmi menutup rangkaian kegiatan Perkemahan Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan (Jawara) Tahun 2026 di kawasan Objek Wisata Tuk Sirah Pemali, Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, pada Minggu (7/6/2026).

 

Berlangsung selama dua hari, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi pendidikan nonformal dan pendidikan kesetaraan di wilayah Brebes. Perkemahan tahun ini mengusung tema “Pendidikan Kesetaraan Berkarya Tanpa Batas Menuju Indonesia Emas” dan diikuti oleh 48 lembaga PKBM dari seluruh penjuru kabupaten. Masing-masing lembaga mengirimkan dua regu, putra dan putri, yang beranggotakan warga belajar Program Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), hingga Paket C (setara SMA), dengan batasan usia peserta maksimal 24 tahun.

 

Prosesi penutupan berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri langsung oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Turut hadir pula Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Sutaryono; Kepala Bidang Pembinaan PAUD-PNF Dindikpora Brebes, Herkusnadi; Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Brebes, Saefulloh; Camat Paguyangan, Koko Kusnanto; Kasi Trantib Kecamatan Paguyangan, Seger; serta para pengelola PKBM, tutor, dan seluruh warga belajar pendidikan kesetaraan.

 

Dalam sambutannya, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, memberikan motivasi kuat kepada seluruh warga belajar agar terus menjaga semangat menempuh pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara, tanpa memandang usia maupun latar belakang kehidupan.

 

“Memilih jalur pendidikan kesetaraan bukan berarti ini adalah pilihan kedua atau alternatif terakhir. Justru di sini terlihat semangat luar biasa untuk bangkit, belajar, dan membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan meraih cita-cita. Kalian adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti melangkah,” tegasnya.

BACA JUGA:  Dirgahayu ke 7 RSUD Pakuhaji, Transformasi Kesehatan Menuju Tangerang Gemilang

 

Menurut Bupati, tema yang diusung dalam Perkemahan Jawara tahun ini sangat relevan dan tepat sasaran dalam rangka menyiapkan generasi Brebes yang tangguh, mandiri, dan siap berkontribusi maksimal bagi pembangunan daerah maupun bangsa.

 

Lebih lanjut, Paramitha juga mengingatkan bahwa saat ini Kabupaten Brebes telah menjadi salah satu daerah tujuan investasi utama, dengan nilai investasi yang terus bertambah hingga mencapai ratusan miliar bahkan triliunan rupiah. Kondisi ini menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi pelaku utama pembangunan yang mampu bersaing.

 

“Pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten telah menyediakan berbagai program bantuan pendidikan dan beasiswa. Kesempatan emas ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat agar kualitas SDM Brebes semakin unggul,” katanya.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyosialisasikan Program Sekolah Rakyat yang rencananya akan mulai beroperasi pada 20 Juni 2026 mendatang. Program berbasis asrama ini menyediakan fasilitas pendidikan secara cuma-cuma, mulai dari seragam, buku, alat tulis, hingga kebutuhan makan sehari-hari yang seluruhnya ditanggung sepenuhnya oleh negara.

 

“Kami sedang mencari peserta didik baru kelas 1 SD dengan rentang usia 7 tahun. Jangan ragu untuk memanfaatkan program ini. Semua fasilitas sudah dijamin kualitasnya. Ini adalah kesempatan langka agar anak-anak kita memiliki masa depan yang lebih baik dan mampu bersaing ketat di dunia kerja kelak,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Turut Simpatik, KPA dan PA Simeulue Bantu Nenek Baluki

 

Rangkaian kegiatan Perkemahan Jawara 2026 pun resmi ditutup dengan prosesi simbolis pelepasan burung perkutut oleh Bupati Brebes. Tindakan ini dimaknai sebagai harapan besar agar warga belajar pendidikan kesetaraan semakin percaya diri, memiliki wawasan yang luas, serta mampu mempererat persaudaraan dan kebersamaan antar-seluruh elemen PKBM di Brebes.

 

Sementara itu, dalam laporannya, Pengurus PKBM Budi Utomo Paguyangan, Mardani, menyampaikan bahwa Perkemahan Jawara merupakan langkah awal yang sangat strategis untuk memperkenalkan sekaligus mengokohkan peran dan keberadaan PKBM di tengah masyarakat luas.

 

“Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan nonformal memiliki kedudukan dan peran yang sama pentingnya dengan pendidikan formal dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. PKBM dibentuk dari, oleh, dan untuk masyarakat. Keberadaannya tidak hanya memberikan layanan pendidikan kesetaraan, tetapi juga berperan aktif memberdayakan masyarakat melalui berbagai program keterampilan,” ujar Mardani.

 

Ia juga menegaskan legalitas ijazah yang diterbitkan PKBM. Menurutnya, dokumen tersebut sah, diakui negara, dan dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun melamar pekerjaan. Sayangnya, nilai penting ini belum sepenuhnya dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

Melalui kegiatan perdana ini, FK PKBM Kabupaten Brebes berharap keberadaan pendidikan kesetaraan semakin dikenal luas dan diterima masyarakat, serta mampu menjadi salah satu solusi efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju terwujudnya visi besar Indonesia Emas 2045.

 

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *