Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Perdana! FK PKBM Brebes Gelar Perkemahan Jawara 2026: Buktikan Pendidikan Nonformal Setara dengan Formal

IMG 20260606 WA0018
FK PKBM Kabupaten Brebes menggelar kegiatan perdana bertajuk Perkemahan Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan (Jawara) Tahun 2026 di Obyek Wisata Tuk Sirah Desa Winduaji.(Foto dok hariandaerah.com/PZ)

BREBES – Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Brebes menggelar kegiatan perdana bertajuk Perkemahan Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan (Jawara) Tahun 2026. Berlangsung selama dua hari di kawasan Objek Wisata Tuk Sirah Pemali, Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, acara ini resmi dibuka pada Sabtu (6/6/2026) dan menjadi tonggak penting penguatan eksistensi pendidikan nonformal di daerah ini.

Pembukaan dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, H. Untung Sunoto, M.Pd., yang hadir mewakili Kepala Dindikpora, Sutaryono, S.H., M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 48 lembaga PKBM se-Kabupaten Brebes, di mana masing-masing lembaga mengirimkan dua regu—putra dan putri—yang terdiri dari warga belajar Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), hingga Paket C (setara SMA), dengan batasan usia peserta maksimal 24 tahun.

Mardani, Pengurus PKBM Budi Utomo Kecamatan Paguyangan, menyebut Perkemahan Jawara sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan sekaligus memantapkan keberadaan PKBM di tengah masyarakat luas.

“Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dikemas dalam bentuk perkemahan oleh jaringan PKBM se-Brebes. Kami ingin menunjukkan secara nyata bahwa pendidikan nonformal memiliki peran yang sama pentingnya dengan pendidikan formal dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat,” ujar Mardani.

Ia menjelaskan bahwa PKBM adalah satuan pendidikan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat. Selain menyelenggarakan pendidikan kesetaraan, lembaga ini juga berperan memberdayakan masyarakat melalui beragam pelatihan keterampilan.

“Perlu kami tegaskan, ijazah yang dikeluarkan PKBM resmi diakui negara dan bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun melamar pekerjaan. Sayangnya, informasi penting ini belum diketahui secara luas oleh masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA:  Tiga Hari Dilanda Cuaca Ekstrem, 18 Pohon Tumbang di Padang

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti serangkaian perlombaan dan aktivitas pengembangan diri, mulai dari pentas seni, lomba poster, menyanyi bersambung, yel-yel, hingga orasi kebangsaan. Seluruh rangkaian ini dirancang khusus untuk melatih ketangguhan mental, mengasah kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi pada setiap warga belajar.

Ketua FK PKBM Kabupaten Brebes, Syaefullah, menambahkan, ajang ini menjadi panggung pembuktian potensi dan prestasi para peserta. Nantinya, mereka yang berprestasi di tingkat kabupaten akan dipersiapkan untuk membawa nama Brebes dalam kegiatan serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Jangan pernah memandang sebelah mata pendidikan nonformal. Di sini sistem pendidikannya lengkap, sama seperti sekolah formal, dan menjadi wadah belajar sepanjang hayat bagi siapa saja,” tandas Syaefullah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dindikpora, H. Untung Sunoto, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan perdana ini. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan, baik jalur formal maupun nonformal.

“Pendidikan adalah instrumen utama meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus mata rantai kemiskinan. Kegiatan seperti ini sangat kami sambut baik. Melalui perkemahan, karakter peserta dibentuk menjadi lebih disiplin, memiliki jiwa kebersamaan, tanggung jawab, dan percaya diri. Ini bukti nyata bahwa warga belajar dan pengelola PKBM punya potensi besar untuk berkembang dan berprestasi. Tidak ada alasan lagi untuk meremehkan pendidikan nonformal,” ujar Untung.

BACA JUGA:  Silaturahmi Kamtibmas: Kapolres Brebes Dengar Langsung Keluh Kesah Nelayan Kluwut

Senada dengan itu, Anggota DPRD Kabupaten Brebes Fraksi PKS, Arifin, S.Pd., M.H., juga memberikan apresiasi. Ia menilai, saat ini keberadaan PKBM telah sejajar dengan sekolah formal, baik dari sisi sistem pembelajaran, kurikulum, maupun pengakuan kelulusannya.

“PKBM adalah bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional, memberikan harapan bagi masyarakat kurang mampu atau yang sempat putus sekolah agar bisa kembali menempuh pendidikan. Kini PKBM sudah hadir di berbagai pelosok, jadi tidak ada alasan bagi warga untuk berhenti belajar. Banyak tokoh dan orang sukses lahir dari jalur ini, oleh karena itu keberadaan PKBM harus terus diperkuat,” kata Arifin.

Suasana Perkemahan Jawara 2026 berlangsung meriah, hangat, dan penuh semangat belajar. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan yang semakin memantapkan eksistensi pendidikan kesetaraan serta menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga belajar se-Kabupaten Brebes.

Turut hadir dalam acara tersebut Korwilcam Kecamatan Paguyangan, Syafrina Rakhmawati; Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Paguyangan, Seger; unsur jajaran Koramil Paguyangan; serta para pengelola PKBM dari seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *