Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pemadaman Tanpa Pemberitahuan: Peternak Ayam di Siasem Pulo Khawatir Telur Gagal Menetas, Ini Penjelasan PLN

IMG 20260619 WA0023
Sudar (56) peternak ayam asal Siasem Pulo yang mengeluh, sering terjadinya pemadaman listrik, akibatnya mengganggu proses penetasan telur miliknya.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Pemadaman aliran listrik yang belakangan ini terjadi berulang kali, berdurasi cukup lama, dan seringkali tanpa pemberitahuan sebelumnya, mulai memicu keluhan keras dari kalangan pelaku usaha rumahan. Salah satunya disampaikan oleh Sudar (56), seorang peternak ayam asal Desa Siasem Pulo, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Ia mengaku sangat cemas akan kelangsungan usahanya, mengingat pasokan listrik yang tidak stabil sangat berbahaya bagi proses penetasan telur yang sepenuhnya bergantung pada mesin penggerak listrik.

Hal tersebut disampaikan Sudar saat ditemui awak media hariandaerah.com pada Jumat, 19 Juni 2026. Menurutnya, ketersediaan daya yang terus‑menerus adalah syarat mutlak untuk menjaga suhu dan tingkat kelembapan di dalam ruang dan alat tetas agar tetap terjaga pada batas yang tepat. Namun, ketika aliran terputus selama dua hingga tiga jam berturut‑turut, kestabilan terganggu dan risiko telur gagal berkembang atau mati di dalam cangkang menjadi sangat nyata — yang berarti kerugian materiil langsung di depan mata.

“Kalau listrik mati mendadak tanpa aba‑aba, kami sangat khawatir seluruh isi telur di dalam mesin bisa gagal menetas. Padahal keberhasilan proses ini sangat bergantung pada kestabilan suhu yang tidak boleh berubah‑ubah sedikit pun,” ungkapnya.

Masalah yang terasa lebih memberatkan lagi, tambah Sudar, adalah fakta bahwa pemadaman hampir selalu dilakukan tanpa informasi atau pengumuman terlebih dahulu kepada masyarakat. Kondisi ini membuat para peternak dan pelaku usaha kecil sama sekali tidak memiliki kesempatan menyusun langkah antisipasi demi menyelamatkan jalannya produksi.

BACA JUGA:  Pemadaman Listrik Tak Wajar, PLN Aceh Wajib Berikan Kompensasi ke Masyarakat

Sebenarnya, risiko kerugian demikian bisa dikurangi dengan cara menyediakan sumber tenaga cadangan seperti mesin pembangkit atau genset kecil. Akan tetapi, solusi tersebut bukanlah hal yang mudah atau murah bagi usaha skala rumahan.

“Memang benar bisa diatasi pakai genset atau alat bantu lain, tapi itu berarti beban biaya tambahan yang tidak sedikit. Belum lagi kendala saat ini: pembelian bahan bakar minyak juga dibatasi, sehingga tidak setiap saat kami bisa menyiapkan persediaan dengan mudah,” jelasnya.

Oleh karena itu, Sudar mewakili rekan‑rekannya di bidang peternakan berharap pihak PLN mulai lebih memperhatikan dampak nyata yang terjadi. Paling tidak, jika pemadaman memang tak terelakkan, pemberitahuan harus disampaikan jauh‑jauh hari agar pelaku usaha bisa bersiap dan meminimalkan kerugian. Secara umum, para peternak juga mendesak agar pelayanan kelistrikan lebih mengutamakan kebutuhan sektor produktif yang menjadi tumpuan penghidupan banyak keluarga.

Menanggapi berbagai keluhan yang muncul, pihak resmi PLN menyampaikan penjelasan terkait kondisi sistem pasokan saat ini. Seperti dikutip dari pernyataan Manajer Komunikasi Unit Induk Distribusi Jawa Tengah, Prayudha Fasya Perdana:

“Sistem kelistrikan di wilayah Jawa saat ini sebenarnya masih beroperasi dan terkendali dengan cukup baik. Namun, semata‑mata demi menjaga tingkat keandalan dan keamanan pasokan secara keseluruhan, pihak PLN terpaksa melaksanakan langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah pelayanan.”

BACA JUGA:  SD N 100 Indokoro Berdiri Megah

Langkah pengaturan beban ini terpaksa diambil karena muncul kendala teknis pada beberapa unit pembangkit. Secara spesifik, terdapat dua unit pembangkit berkapasitas besar yang sedang mengalami gangguan sehingga sementara waktu tidak dapat beroperasi, yang secara otomatis menurunkan kemampuan total pasokan yang tersedia di jaringan.

Pihak PLN menegaskan bahwa berbagai upaya percepatan pemulihan terus dilakukan tanpa henti. Mulai dari mengoptimalkan daya dari pembangkit lain yang masih berfungsi, mengatur ulang pola operasi jaringan, hingga mengerahkan tenaga perbaikan, semuanya dijalankan demi mengembalikan keseimbangan antara jumlah pasokan dan kebutuhan, sekaligus berusaha menekan dampak gangguan seminimal mungkin bagi pelanggan.

Di akhir pernyataannya, PLN juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas segala ketidaknyamanan dan keresahan yang timbul di tengah masyarakat. Dijelaskan pula bahwa langkah pengaturan beban ini bersifat murni sementara saja, dan pelaksanaannya akan segera dikurangi serta dihentikan bertahap seiring dengan pulihnya kondisi teknis dan kemampuan sistem pasokan secara keseluruhan.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *