Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Merasa Diperlakukan Kurang Etis, Pelanggan Keluhkan Pelayanan di Salon IKA ANITA Lombok

IMG 20260802 192931 313

LOMBOK – Seorang pelanggan berinisial B, mengaku kecewa atas pelayanan yang diterimanya saat berkunjung ke Salon IKA ANITA yang berlokasi di Jalan Bramawijaya depan aroma steak Alfamart , Kecamatan Mataram, Lombok. Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.

Kepada media, B menuturkan dirinya telah membayar layanan salon dengan total biaya sebesar Rp2.987.000. Namun, menurut pengakuannya, pelayanan yang diterima dinilai tidak sebanding dengan tarif yang dibayarkan.

Selain mempertanyakan besaran biaya, B juga mengaku merasa tidak nyaman karena menilai sejumlah karyawan salon tertawa, saling bercanda, serta menunjukkan gestur yang dianggap menyindir dirinya ketika berada di dalam salon. Menurut B, situasi tersebut membuatnya merasa dipermalukan sebagai pelanggan.

BACA JUGA:  Status RSUD Langsa Kembali Tipe B, DPRK: Manajemen Tingkatkan Pelayanan

Bahkan setelah kembali ke salon untuk melunasi sisa pembayaran sekitar Rp2 juta karena transaksi sebelumnya tidak dapat dilakukan menggunakan kartu, B mengaku suasana serupa kembali terjadi. Ia menilai beberapa karyawan masih tertawa dan melirik ke arahnya sehingga menimbulkan kesan dirinya menjadi bahan pembicaraan.

Menanggapi keluhan tersebut, pemilik salon, IKA ANITA, membantah bahwa para karyawannya bermaksud menghina pelanggan. Menurutnya, para karyawan saat itu hanya sedang bercanda dengan pelanggan lain dan tidak ada niat untuk menyindir ataupun menertawakan B.

“Oh ya kak, saya bukan membela karyawan saya, tapi mereka sama sekali tidak membicarakan kakak. Mereka ketawa karena sedang diajak bercanda oleh customer yang tadi, memang orangnya lucu. Masa tidak boleh ketawa? Salon kami mengutamakan suasana yang ramah,” ujar pemilik salon saat memberikan klarifikasi.

BACA JUGA:  Bupati Brebes Paramitha Ikut Forum Kunci Bersama, Pastikan Suara Daerah Didengar Pusat

Meski demikian, B menyatakan tetap merasa tersinggung atas pengalaman tersebut dan berharap pelaku usaha jasa kecantikan lebih mengedepankan profesionalisme serta menjaga kenyamanan seluruh pelanggan tanpa membedakan perlakuan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat informasi mengenai adanya laporan resmi kepada aparat penegak hukum. Persoalan tersebut masih sebatas keluhan pelanggan yang disampaikan kepada media, sementara pihak salon telah memberikan klarifikasi atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *