BIREUEN – Jembatan permanen Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, resmi dibuka untuk lalu lintas umum pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Pembukaan ditandai dengan prosesi peusijuk oleh imam setempat yang dihadiri Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bireuen, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Isnanda.
Usai prosesi peusijuk, jembatan langsung dibuka melalui kegiatan open traffic atau uji coba lalu lintas. Kendaraan Bupati Bireuen menjadi salah satu kendaraan pertama yang melintasi jembatan, disusul truk tronton dan sejumlah kendaraan lainnya.
Pembukaan tersebut turut disaksikan ribuan masyarakat yang memadati kawasan sekitar jembatan.
PPK 1.3 BPJN Aceh, Isnanda, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersabar selama proses pembangunan jembatan berlangsung.
“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah bersabar menanti selesainya jembatan ini. Terima kasih juga sebesar-besarnya kepada para pekerja yang telah rela meninggalkan keluarga selama berbulan-bulan dan mencurahkan tenaga serta keringat dalam menyelesaikan pekerjaan di lapangan yang penuh dinamika,” kata Isnanda.
Menurutnya, beroperasinya jembatan permanen Krueng Tingkeum diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar kembali arus lalu lintas di jalur lintas timur Aceh.
“Semoga dengan berfungsinya jembatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan turut memulihkan kembali perekonomian Aceh dengan lancarnya arus lalu lintas di lintas timur Aceh,” ujarnya.
Isnanda juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan jembatan tersebut dengan tertib serta tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Jembatan permanen Krueng Tingkeum memiliki panjang sekitar 150 meter dan dibangun di sisi hilir jembatan lama. Pembangunan dikerjakan PT Adhi Karya dengan menggandeng PT Bukaka serta PT Krueng Meuh sebagai salah satu kontraktor lokal.
Pekerjaan fisik dimulai sejak awal Desember 2025. Sementara groundbreaking pembangunan dilakukan Menteri Pekerjaan Umum pada awal Januari 2026.
Pembangunan jembatan melibatkan ratusan pekerja dan tidak hanya mencakup konstruksi jembatan, tetapi juga penguatan tebing sungai di sekitar lokasi. Pemancangan tiang pondasi pertama dilaksanakan pada Selasa (20/1/2026).
Dengan dibukanya jembatan permanen ini, akses kendaraan pada jalur nasional Banda Aceh–Medan diharapkan kembali lebih lancar. Selain memperkuat konektivitas antar daerah, keberadaan jembatan juga diharapkan mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di sepanjang lintas timur Aceh (man)








