Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Festival Bahasa Tana 2026: Wabup Brebes Ajak Generasi Muda Lestarikan Bahasa dan Warisan Budaya Nusantara

IMG 20261108 064215
Para pejabat daerah, akademisi, budayawan, dan pegiat seni hadir menyaksikan rangkaian acara Festival Bahasa Tana 2026 di Padepokan Kalisoga, Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Sabtu (7/11/2026) malam. Foto : hariandaerah.com

BREBES — Bahasa adalah lebih dari sekadar sarana berkomunikasi. Ia adalah cermin jati diri bangsa, penjaga ingatan sejarah, serta jembatan yang menghubungkan manusia dengan akar budayanya. Di tengah derasnya arus modernisasi, menjaga kelestarian bahasa dan tradisi daerah menjadi langkah penting agar warisan leluhur tidak hilang ditelan zaman.

Pesan inilah yang menjadi jiwa gelaran Festival Bahasa Tana 2 Tahun 2026, yang berlangsung di Padepokan Kalisoga, Kampus 3 Universitas Harkat Negeri, Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, pada Sabtu (7/11/2026) malam.

Kegiatan yang mempertemukan seniman, budayawan, sastrawan, akademisi, serta pegiat bahasa dan sastra dari berbagai daerah ini dihadiri oleh Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E., yang hadir mewakili Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Dekranasda Kabupaten Brebes Akhmad Saeful Ansori, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes Fajar Adi Widiarso, jajaran civitas akademika Universitas Harkat Negeri, para pelaku seni dan budaya, serta tamu undangan dan peserta festival.

Mengusung tema “Dari Tanah, Kita Berbahasa; dari Nusantara, Kita Bersaudara”, festival ini mengingatkan kita bahwa keberagaman bahasa dan budaya justru menjadi kekuatan terbesar yang menyatukan bangsa. Di tengah perbedaan latar belakang, bahasa daerah tetap menjadi pengikat emosional manusia dengan tanah kelahirannya.

Dalam sambutan yang disampaikan, Wakil Bupati Wurja menegaskan bahwa Festival Bahasa Tana bukan sekadar perayaan seni. Lebih dari itu, festival ini adalah ruang pertemuan beragam identitas budaya Nusantara yang dipersatukan dalam semangat persaudaraan.

“Setiap daerah memiliki bahasa, cerita, tradisi, dan cara unik mewariskan nilai kehidupan. Keberagaman itu bukan pemisah, melainkan kekayaan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dua Model Cilik Brebes Toreh Prestasi Nasional Mister Miss Klambi 2026, Angkat Budaya dan Potensi Daerah

Kehadiran para pegiat budaya dari berbagai wilayah, menurut Wurja, membuktikan bahwa bahasa dan seni mampu menjembatani perbedaan tanpa harus menghilangkan jati diri masing-masing.

Ia juga menyoroti kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Brebes, mulai dari dialek bahasa yang khas, kesenian tradisional, cerita rakyat, hingga pengetahuan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Semua itu adalah warisan tak ternilai yang menyimpan sejarah panjang dan kearifan lokal leluhur.

“Brebes memiliki kekayaan budaya yang luar biasa — dialek bahasa, tradisi, seni, cerita rakyat, dan pengetahuan lokal yang tumbuh bersama masyarakat. Itulah identitas yang wajib kita lestarikan,” tegasnya.

Generasi Muda Harus Bangga Berbahasa Daerah

Wakil Bupati mengingatkan bahwa tantangan terbesar pelestarian budaya bukanlah perubahan zaman, melainkan semakin menjauhnya generasi muda dari akar budayanya sendiri. Kemajuan teknologi dan arus globalisasi seharusnya justru dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan budaya lokal, bukan menjadikannya tergerus.

Oleh karena itu, ia mendorong kaum muda untuk tidak merasa asing atau malu menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak muda perlu belajar, memahami, dan bangga berbahasa daerah. Karena bahasa bukan sekadar alat bicara, melainkan identitas dan kebanggaan atas tanah kelahiran,” pesannya.

Pelestarian budaya, lanjut Wurja, memerlukan gotong royong. Pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas seni, keluarga, dan seluruh masyarakat memiliki peran agar nilai-nilai luhur budaya tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Peran Strategis Kampus dalam Pelestarian Budaya

Pemerintah Kabupaten Brebes juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Harkat Negeri yang telah menyelenggarakan Festival Bahasa Tana. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis — tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai benteng penguatan identitas budaya dan kearifan lokal.

BACA JUGA:  Anggaran Bencana Alam untuk Bayar PKH? Dinsos Lampung Kok Begini, Pak Kadis!

Terlebih, festival ini menghimpun pegiat budaya dari berbagai daerah, termasuk kawasan Pantura Tegal–Brebes yang memiliki kekhasan budaya masing-masing. Pertemuan semacam ini diharapkan melahirkan pertukaran gagasan, jejaring, dan kolaborasi yang lebih luas antar komunitas budaya.

Wurja berharap festival ini terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda budaya yang berkelanjutan — bukan sekadar pertunjukan sesaat, melainkan ruang yang terus hidup bagi kreativitas, pembelajaran, dan pembinaan pelaku seni.

“Semoga Festival Bahasa Tana terus tumbuh menjadi rumah bagi seniman berkarya, bagi pemuda belajar mencintai budaya, dan bagi kearifan lokal semakin dikenal luas,” harapnya.

Pelestarian budaya juga memiliki kaitan erat dengan kemajuan daerah. Bahasa, seni, tradisi, dan kerajinan lokal dapat menjadi modal utama memperkenalkan identitas Brebes sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta menjaga warisan budaya, dimulai dari hal-hal sederhana: menuturkan bahasa ibu, mengenalkan cerita rakyat kepada anak-anak, hingga mendukung karya seniman lokal.

“Jaga selalu bahasa dan budaya kita. Di sanalah tersimpan ingatan, jati diri, dan kebijaksanaan leluhur. Terus berkarya, terus merawat budaya Nusantara,” pungkasnya.

Dari Desa Slatri, Kecamatan Larangan, pesan sederhana namun bermakna mengalun: bahasa boleh berbeda, tradisi boleh beragam, namun kecintaan terhadap akar budaya adalah ikatan yang menyatukan kita semua. Selama bahasa masih terucap dan cerita masih diwariskan, maka identitas bangsa akan tetap abadi di hati generasi penerus.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *