Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dua Model Cilik Brebes Toreh Prestasi Nasional Mister Miss Klambi 2026, Angkat Budaya dan Potensi Daerah

IMG 20261101 173958
Naresh dan Dinas, dua model cilik asal Brebes, tampil di ajang Mister Miss Klambi 2026 Yogyakarta dengan kostum nasional bertema kekayaan budaya dan potensi daerah Brebes.( Foto: hariandaerah.com) 

YOGYAKARTA – Dua model cilik asal Kabupaten Brebes berhasil mencuri perhatian dan meraih sejumlah penghargaan bergengsi dalam ajang Mister Miss Klambi 2026 yang digelar Bajuku Klambi pada 24‑25 Oktober 2026 di Hotel Merapi Merbabu, Yogyakarta. Fyneen Naresha An Ghaida yang akrab disapa Naresh serta Dinas Komunikasi Informatika Statistik tampil memukau lewat penampilan, kreativitas, dan konsep kostum nasional yang sarat dengan identitas serta potensi Brebes.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, ajang ini diikuti puluhan peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Selain tampil di panggung, para peserta juga mengikuti karantina dua hari yang menjadi wadah pembentukan kepercayaan diri, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta interaksi sosial. Di tengah persaingan ketat, Naresh dan Dinas berhasil membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi keluarga maupun Kabupaten Brebes.

Naresh yang berusia enam tahun meraih gelar Juara 1 ICON Miss Klambi Kategori Little. Ia tampil dengan konsep kostum nasional bertema Mbok Jamu, sosok penjual jamu tradisional yang menjadi bagian mendalam dari budaya masyarakat Indonesia. Melalui penampilan tersebut, Naresh tidak hanya mempromosikan warisan jamu tradisional, tetapi juga mengenalkan produk UMKM Seremon (Sereh dan Lemon) asal Kecamatan Bulakamba ke panggung nasional.

BACA JUGA:  Demi Pelayanan Terbaik, Kepala Dinkesda Brebes Tak Kenal Lelah Turun Langsung Jaring Aspirasi Warga

“Saya ingin menunjukkan kebanggaan akan tradisi jamu sekaligus memperkenalkan produk lokal Brebes kepada masyarakat luas,” demikian semangat yang diusung Naresh melalui penampilan kreatifnya. Konsep Mbok Jamu dan Seremon menjadi perpaduan indah antara warisan budaya dan ekonomi kreatif daerah.

Sementara itu, Dinas yang berusia lima tahun berhasil menyabet gelar Grand Winner Kategori Mister sekaligus meraih lima penghargaan tambahan, yaitu Best Video Profil, Best National Costume, Best Media Sosial, Top 3 ICON, serta 1st Runner Up Kategori Mister Kids. Ia mengangkat tema Petani Bawang Merah dan Telur Asin, dua komoditas yang sangat identik dengan Kabupaten Brebes.

Melalui kostum nasional tersebut, Dinas menyampaikan cerita tentang peran petani bawang merah serta kekayaan kuliner telur asin Brebes. Keberhasilan meraih Best National Costume menunjukkan bahwa konsep tersebut mampu menyampaikan identitas daerah secara estetis dan bermakna.

Kak Sion dari Bajuku Klambi menyampaikan bahwa Mister Miss Klambi bukan sekadar ajang pencarian juara, melainkan wadah positif bagi anak‑anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, kepercayaan diri, serta rasa cinta terhadap daerah asal. Menurutnya, keberagaman konsep yang dibawakan peserta menjadi cerminan kekayaan budaya Indonesia.

“Kami ingin ajang ini menjadi ruang pembelajaran bagi anak‑anak agar berani tampil, mengenal potensi diri, sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah masing‑masing,” ujar Kak Sion.

BACA JUGA:  Rp11,9 Miliar Bangun Kampung Nelayan Merah Putih, Pemkab Brebes Perkuat Langkah Wujudkan Nelayan Sejahtera

Di balik prestasi keduanya, dukungan keluarga Bapak Yoga dan Ibu Ririn menjadi fondasi penting. Keluarga mengungkapkan rasa bangga bukan semata‑mata karena gelar yang diraih, tetapi juga karena keberanian anak‑anak menjalani karantina, beradaptasi, bertemu teman baru, serta belajar rendah hati. Kedua anak tersebut merupakan peserta didik TK Kemala Bhayangkari 27 Brebes.

Prestasi Naresh dan Dinas memiliki makna lebih luas. Dari Yogyakarta, keduanya membawa nama Brebes melalui jalur yang berbeda: Naresh lewat Mbok Jamu dan Seremon, sedangkan Dinas lewat Bawang Merah dan Telur Asin. Panggung kompetisi pun berubah menjadi media promosi budaya, UMKM, serta potensi daerah.

Dengan usia yang masih belia, keduanya telah membuktikan bahwa anak‑anak daerah mampu tampil berani di tingkat nasional. Gelar juara menjadi kebanggaan, sedangkan pengalaman selama kompetisi menjadi bekal berharga untuk tumbuh menjadi generasi yang cinta tanah air dan bangga akan asal‑usulnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *