BREBES — Demi memastikan pelayanan publik di bidang pendidikan semakin responsif dan tepat sasaran, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 5–6 November 2026, di Santorini Ballroom, King Royal Hotel Brebes.
Forum ini menjadi wadah penting untuk mengevaluasi kinerja pelayanan sekaligus menyerap langsung aspirasi dari para pemangku kepentingan di seluruh wilayah Kabupaten Brebes. Hari pertama dibuka oleh Sekretaris Dindikpora Brebes, Untung Sunoto, M.Pd., sedangkan hari kedua dibuka oleh Kepala Subbagian Umum Dindikpora Brebes, Kusrianto, S. Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Dindikpora Brebes juga memperkenalkan inovasi layanan publik terbaru: Aplikasi Elektronik Tiket Ajuan (ETIKA). Melalui aplikasi ini, masyarakat kini dapat mengajukan permohonan surat keterangan kehilangan ijazah, kerusakan ijazah, hingga surat keterangan pengganti ijazah secara daring, lebih praktis dan efisien.
Kusrianto menyampaikan bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana mendengar langsung suara dari lapangan. “Melalui forum ini, kami ingin mendengar langsung masukan, harapan, dan kendala yang dialami satuan pendidikan. Hasilnya akan menjadi dasar kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Brebes,” ujarnya.
Kegiatan diikuti oleh perwakilan SMP Negeri dari seluruh kecamatan di Brebes yang dibagi berdasarkan wilayah agar diskusi berjalan lebih efektif. Hari pertama dihadiri oleh perwakilan dari Brebes, Bulakamba, Banjarharjo, dan Wanasari. Hari kedua diikuti oleh perwakilan dari Jatibarang, Songgom, Tanjung, Losari, Larangan, Kersana, Ketanggungan, Tonjong, Bumiayu, Paguyangan, Sirampog, Bantarkawung, hingga Salem. Narasumber Sutristianto, S.IP., turut memandu peserta dalam sesi evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di satuan pendidikan.
Marzuki, S.Pd., perwakilan SMP Negeri 1 Larangan, menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan nyata dalam penyusunan kebijakan pendidikan di Brebes.
Diharapkan, sinergi yang terjalin melalui forum ini dapat menghasilkan kebijakan yang semakin tepat sasaran, sehingga peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan publik di Kabupaten Brebes dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para peserta didik.














