Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dinkes Aceh Ajak Masyarakat Terapkan PHBS Dikehidupan Sehari Hari

phbs
Staf Promkes Aceh dan Penanggung Jawab (Pj) PHBS, Nurlalily SKM (Foto: hariandaerah.com/Imam/Herlin)

BANDA ACEH – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku hidup sehat yang dilakukan atas kesadaran pribadi. Sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat.

Hal tersebut, disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Aceh melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kemas) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Sulasmi, MHSM, yang disampaikan Staf Promkes Aceh dan Penanggung Jawab (Pj) PHBS, Nurlalily SKM.

Staf Promkes Aceh dan penanggung jawab (Pj) PHBS, Nurlalily SKM mengatakan, bahwa untuk menciptakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan hal sangat penting untuk dilakukan, dengan cara menerapkan tips dan langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan agar masyarakat mendapat edukasi, sehingga dapat diterapkan pada diri sendiri maupun keluarga.

“PHBS adalah sebuah rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan sebanyak mungkin anggota masyarakat sebagai agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari – hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat,” kata Nurlaily saat dijumpai diruang kerjanya, Selasa (4/4/2023).

Kemudian, menurut Nurlaily, ada beberapa tips yang dapat dilakukan, seperti dengan mengedukasi melalui pendekatan, pembinaan suasana dan juga pemberdayaan masyarakat dengan tujuan kemampuan mengenal dan tahu masalah kesehatan yang ada di sekitar.

“Terutama pada tingkatan rumah tangga sebagai awal untuk memperbaiki pola dan gaya hidup agar lebih bersih dan sehat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa tujuan dari PHBS yaitu untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses kesadaran yang menjadi awal dari kontribusi individu – individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari – hari yang bersih dan sehat.

“Sehingga terciptanya masyarakat yang sadar kesehatan dan memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran untuk menjalani perilaku hidup yang menjaga kebersihan dan memenuhi standar kesehatan,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Nurlalily menyebutkan, ada 5 tatanan PBHS yang dapat menjadi simpul – simpul untuk memulai proses menyadarkan tentang perilaku hidup bersih sehat, dalam beraktivitas dikehidupan sehari – hari.

“5 tatanan tersebut yaitu PHBS di Rumah tangga, PHBS di Sekolah, PHBS di Tempat kerja, PHBS di Sarana kesehatan dan PHBS di Tempat umum,” sebutnya.

Tak hanya itu, kata Nurlalily, diantara 5 tatanan PHBS tersebut juga memiliki manfaat yang berbeda beda diantaranya yaitu:

Manfaat PHBS di Sekolah

Manfaat PHBS di sekolah merupakan kegiatan memberdayakan siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah untuk mau melakukan pola hidup sehat untuk menciptakan sekolah sehat. Manfaat PHBS di Sekolah mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, meningkatkan proses belajar mengajar dan para siswa, guru hingga masyarakat lingkungan sekolah menjadi sehat.

Manfaat PHBS di Rumah Tangga

Manfaat PHBS di rumah tangga yaitu dapat menciptakan keluarga sehat dan mampu meminimalisir masalah kesehatan. Manfaat PHBS di rumah tangga antara lain, setiap anggota keluarga mampu meningkatkan kesejahteraan dan tidak mudah terkena penyakit, rumah tangga sehat mampu meningkatkan produktivitas anggota rumah tangga dan manfaat PHBS rumah tangga selanjutnya adalah anggota keluarga terbiasa untuk menerapkan pola hidup sehat dan anak dapat tumbuh sehat dan tercukupi gizi.

Manfaat PHBS di Tempat Kerja

Manfaat PHBS di Tempat kerja adalah kegiatan untuk memberdayakan para pekerja agar tahu dan mau untuk melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan dalam menciptakan tempat kerja yang sehat. manfaat PHBS di tempat kerja yaitu para pekerja mampu meningkatkan kesehatannya dan tidak mudah sakit, meningkatkan produktivitas kerja dan meningkatkan citra tempat kerja yang positif.

Manfaat PHBS di Masyarakat

Manfaat PHBS di masyarakat yaitu masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang sehat, mencegah penyebaran penyakit, masyarakat memanfaatkan pelayanan fasilitas kesehatan dan mampu mengembangkan kesehatan yang bersumber dari masyarakat.

BACA JUGA:  Tanpa Ribet, Mudahnya Akses Layanan JKN BPJS Kesehatan Dalam Genggaman Gen-Z

Manfaat PHBS di saranna Kesehatan

Manfaat PHBS di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan fasilitas pelayanan kesehatan yang sehat dan mencegah penularan penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Nurlaily, Terdapat beberapa indikator PHBS menurut tingkatan yang berdasarkan tatanannya sebagai acuan untuk mengenali keberhasilan dari praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada kehidupan sehari hari

Berikut ini Indikator PHBS berdasarkan tingkatannya

Indikator PHBS di Sekolah

Indikator PHBS di Sekolah yang merupakan langkah untuk memberdayakan siswa, guru dan masyarakat di lingkungan sekolah agar bisa dan dapat melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam menciptakan sekolah yang sehat, diantaranya:

• Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan

• Mengonsumsi jajanan sehat menggunakan jamban bersih dan sehat.

• Olahraga yang teratur

• Memberantas jentik nyamuk

• Tidak merokok di lingkungan sekolah

• Membuang sampah pada tempatnya

• Melakukan kerja bakti bersama warga lingkungan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang sehat

Indikator PHBS di Rumah Tangga

Salah satu tatanan PHBS yang utama adalah PHBS rumah tangga yang bertujuan memberdayakan anggota sebuah rumah tangga untuk tahu, mau dan mampu menjalankan perilaku kehidupan yang bersih dan sehat serta memiliki peran yang aktif pada gerakan di tingkat masyarakat. Tujuan utama dari tatanan PHBS di tingkat rumah tangga adalah tercapainya rumah tangga yang sehat.

Terdapat beberapa indikator PHBS pada tingkatan rumah tangga yang dapat dijadikan acuan untuk mengenali keberhasilan dari praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada tingkatan rumah tangga. Berikut ini 10 indikator PHBS pada tingkatan rumah tangga :

• Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan

Persalinan yang mendapat pertolongan dari pihak tenaga kesehatan baik itu dokter, bidan ataupun paramedis memiliki standar dalam penggunaan peralatan yang bersih, steril dan juga aman. Langkah tersebut dapat mencegah infeksi dan bahaya lain yang beresiko bagi keselamatan ibu dan bayi yang dilahirkan.

• Pemberian ASI Eksklusif

Kesadaran mengenai pentingnya pemberian ASI bagi anak di usia 0 hingga 6 bulan menjadi bagian penting dari indikator keberhasilan praktek Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada tingkat rumah tangga.

• Menimbang Bayi Dan Balita Secara Berkala

Praktek tersebut dapat memudahkan pemantauan pertumbuhan bayi. Penimbangan dapat dilakukan di Posyandu sejak bayi berusia 1 bulan hingga 5 tahun. Posyandu dapat menjadi tempat memantau pertumbuhan anak dan menyediakan kelengkapan imunisasi. Penimbangan secara teratur juga dapat memudahkan deteksi dini kasus gizi buruk.

• Cuci Tangan Dengan Sabun Dan Air Bersih

Praktek ini merupakan langkah yang berkaitan dengan kebersihan diri, sekaligus langkah pencegahan penularan berbagai jenis penyakit berkat tangan yang bersih dan bebas dari kuman.

• Menggunakan air bersih

Air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk menjalani hidup sehat.

• Menggunakan Jamban Sehat

Jamban merupakan infrastruktur sanitasi penting yang berkaitan dengan unit pembuangan kotoran dan air untuk keperluan pembersihan. kepada kepada masayarakat agar membuang kotoran pakai jamban karena aktivitas buang kotoran di luar jamban dapat meningkatkan resiko penularan berbagai jenis penyakit sekaligus menurunkan kualitas lingkungan.

• Memberantas Jentik Nyamuk

Nyamuk merupakan vektor berbagai jenis penyakit dan memutus siklus hidup makhluk tersebut menjadi bagian penting dalam pencegahan berbagai penyakit.

• Konsumsi Buah Dan Sayur

BACA JUGA:  Tiga Nama Masuk Bursa Bacagup Pilkada 2024 dari PAN Aceh

Buah dan sayur dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral serta serat yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh optimal dan sehat.

• Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari

Aktivitas fisik dapat berupa kegiatan olahraga ataupun aktivitas bekerja yang melibatkan gerakan dan keluarnya tenaga.

• Tidak Merokok Di Dalam Rumah

Merokok merupakan kebiasaan yang banyak memberi dampak buruk bagi kesehatan. Berhenti merokok menjadi bagian penting dari gerakan hidup sehat dan akan berdampak tidak pada diri perokok, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya.

Perokok aktif dapat menjadi sumber berbagai penyakit dan masalah kesehatan bagi perokok pasif. Berhenti merokok atau setidaknya tidak merokok di dalam rumah dapat menghindarkan keluarga dari berbagai masalah kesehatan.

Indikator PHBS di Tempat Kerja

Selanjutnya Nurlaily mengatakan, penerapan PHBS di tempat kerja sangat penting dilakukan, sebab untuk mencegah penularan virus ataupun penyakit dari satu karyawan ke karyawan lainnya.

Berikut Contoh Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat Kerja:

• Perusahaan wajib menerapkan larangan merokok di lingkungan perusahaan.

• Wajib menggunakan APD (alat pelindung diri).

• Cuci tangan dengan air bersih sebelum masuk ke dalam ruangan kerja.

• Melakukan olahraga secara rutin tiap hari.

• Mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi.

• Menghindari penggunaan NAPZA (Narkotika, Obat-obatan, Psikotropika, dan Zat adiktif lain).

• Membuang sampah pada tempatnya.

• Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja.

• Jaga kebersihan toilet saat membuang air besar/kecil.

• Tidak membuang ludah sembarangan.

Indikator PHBS di Tempat Umum

PHBS Tempat umum yang dimaksud, menurut Nurlaily, di antaranya adalah tempat ibadah, tempat rekreasi, dan sarana sosial lainnya.

“Dengan menerapkan PHBS di tempat umum, semua orang dapat menggunakan tempat umum dengan aman sesuai protokol kesehatan yang berlaku,” kata Nurlaily.

Indikator PHBS yang diterapkan di tempat umum antara lain:

• Tidak merokok di tempat umum kecuali di tempat khusus yang telah disediakan.

• Tidak meludah sembarangan.

• Memberantas jentik nyamuk.

• Selalu gunakan air bersih untuk mencuci apapun.

• Gunakan toilet dan jaga kebersihannya.

• Buang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Indikator PHBS di Tempat Sarana Kesehatan

Menurut Nurlaily, PHBS di Pusat sarana kesehatan menjadi faktor penting.

“karena perlu diterapkan tatanan PHBS untuk meningkatkan kualitas layanan dan citra sarana tersebut di mata masyarakat,” ujarnya.

Indikator PHBS di lingkungan sarana kesehatan antara lain:

• Jaga kebersihan toilet saat selesai menggunakannya.

• Selalu gunakan air bersih yang mengalir dan sabun untuk mencuci tangan sebelum masuk ke ruangan dan setelah keluar dari ruangan.

• Tidak merokok di area rumah sakit atau tempat sarana kesehatan umum lainnya

• Membersihkan jentik-jentik nyamuk.

• Membuang sampah pada tempatnya.

Nurlaily berharap dengan melalui edukasi indikator PHBS, masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalah sendiri maupun mengatasi masalah dimasyarakat.

“Setelah kita memberikan tips-tips ini, berharap dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar mampu meningkatkan kualitas perilaku dengan tujuan hidup bersih dan sehat,” harapnya.

Oleh karena itu, Nurlaily menambahkan, semoga beberapa tips dan langkah yang tadi, dapat diterapkan oleh masyarakat khusunya di Aceh di harapan dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebab PHBS merupakan sumber utama atau pilar utama untuk mencegah semua penyakit dan mencegah stanting,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *