Jakarta – Anggota Reskrim, Polsek Jatinegara, melakukan pengecekan TKP terkait penemuan mayat didalam kereta odong-odong di Jl. Kober Pedati Rt.007/02 Kel. Bali Mester Kec. Jatinegara Jakarta Timur, Rabu (17/5/2023).
Korban tersebut ditemukan pada pukul 04.00 WIB. Penemuan ini mengejutkan warga sekitar yang tidak menyangka akan ada kejadian tragis di lingkungan mereka.
Setelah berhasil mengevakuasi korban oleh petugas, anggota Reskrim menjelaskan bahwa korban tersebut diketahui bernama Ratno, berjenis kelamin laki-laki, tinggal di Jl. Kober Pedati Rt.007/02 Kel. Bali Mester Kec. Jatinegara Timur, identitas korban segera diungkap untuk memberikan kepastian kepada keluarga dan memudahkan proses identifikasi lebih lanjut.
“korban tersebut diketahui bernama Ratno, berjenis kelamin laki-laki, tinggal di Jl. Kober Pedati Rt.007/02 Kel. Bali Mester Kec. Jatinegara Jakarta Timur,” kata Salah seorang anggota Reskrim.
“Tidak ditemukan adanya luka-luka atau tanda kekerasan pada tubuh korban, hal ini menimbulkan dugaan sementara bahwa penyebab kematian bukanlah akibat tindak kekerasan,” tambahnya.
Penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengetahui apakah ada faktor lain yang berperan dalam kejadian tragis ini.
Dari keterangan saksi, Ahanas Saebu, bermula saat itu ia akan sholat subuh melihat korban yang berada di dalam kereta odong-odong, yang dikira tertidur. Selanjutnya ketika dibangunkan ternyata korban telah meninggal dunia. Kejadian ini menambah misteri di balik kematian yang tiba-tiba dan mengharukan.
“Saat itu saya ingin sholat subuh, kemudian saya melihat ada orng yang tertidur didalam kereta odong-odong, saya mencoba untuk membangunkannya yang ternyata dia telah meninggal dunia,” ujar Ahanas Saebu.
Selanjutnya oleh saksi memberitahukan hal itu kepada saksi Wawan Setiono, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polisi. Wawan Setiono yang juga merupakan warga setempat merasa terkejut dengan penemuan ini dan segera melaporkannya kepada pihak yang berwenang.
Menurut keterangan dari Wawan bahwa korban menderita sakit darah tinggi dan pernah mengalami struk, dan pada tubuh korban juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka penganiayaan.
Informasi ini memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan korban sebelum meninggal, namun masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya.
Sementara itu, pihak kepolisian, selain melakukan cek TKP dan memeriksa saksi, petugas juga mengevakuasi jasad korban dengan membawanya ke Rumah Sakit Cipto.
Tindakan evakuasi ini dilakukan dengan cepat dan hati-hati untuk memastikan integritas jasad korban tetap terjaga dan tidak ada kerusakan yang terjadi selama prosesnya.
“Jasad korban akan segera diserahkan kepada ahli forensik di rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan mendalam guna mengungkap fakta-fakta yang dapat mendukung proses penyelidikan,” ujar anggota Reskrim.
Dengan kolaborasi yang baik antara pihak kepolisian dan tim medis, diharapkan penyebab kematian korban dapat segera terungkap dan keadilan dapat ditegakkan, semua upaya akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa kasus ini dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan kepastian kepada keluarga korban.














