Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pelantikan KA KAMMI Sumut Ricuh: Terduga Pelaku Sempat Ngaku Anggota TNI, Pukul Korban Hingga Alami Luka Serius

Screenshot 2026 04 22 230851
Sejumlah kader KAMMI memberikan pertolongan kepada korban yang mengalami luka di bagian kepala usai kericuhan dalam acara pelantikan KA KAMMI Sumatera Utara, Minggu (19/4/2026). Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. (Foto: Secren Shot Video).

SUMATERA UTARA — Kericuhan yang terjadi dalam acara pelantikan Keluarga Alumni KAMMI (KA KAMMI) Sumatera Utara pada Minggu (19/4/2026) lalu mengakibatkan seorang kader mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus mendapatkan 12 jahitan.

Ketua Dewan Kehormatan dan Penegakan (DKP) KAMMI Sumatera Utara, Malik Vanedi, menjelaskan bahwa insiden bermula saat seorang pria berinisial IR bersama rekannya berinisial MP dan beberapa orang lainnya datang ke lokasi acara. Mereka kemudian berteriak kepada Ketua KA KAMMI Sumatera Utara, Abdul Rahim Siregar, dengan menuding yang bersangkutan tidak memiliki komitmen terhadap organisasi.

Sejumlah kader KAMMI yang berada di lokasi sempat berupaya melerai situasi. Namun, ketegangan yang terjadi tidak dapat diredam hingga berujung pada aksi kekerasan.

Dalam insiden tersebut, MP diduga melakukan pemukulan terhadap seorang kader KAMMI, Khairul Umam, hingga mengalami luka serius di bagian kepala.

BACA JUGA:  Buaya Besar Gigit Anak 10 Tahun di Desa Kohod Tangerang

Korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Malahayati untuk mendapatkan perawatan medis dan diketahui harus menjalani penanganan dengan 12 jahitan di kepala.

Tak hanya itu, MP juga diduga melakukan pemukulan terhadap seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rahmat Daulay, yang saat itu tengah bertugas mengamankan jalannya acara.

Menurut Malik Vanedi, saat diamankan petugas Satpol PP, MP sempat mengaku sebagai anggota TNI dan menunjukkan nomor anggota yang tertera pada tali pinggangnya. Namun, setelah didesak, ia akhirnya mengakui bahwa dirinya merupakan warga sipil.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) KAMMI Sumatera Utara, Hasan Basri, meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menelusuri klaim pelaku yang sempat mengaku sebagai anggota TNI.

BACA JUGA:  Peras Kepala Sekolah SDN Tegal Binangun Seorang Mengaku Wartawan Terjaring OTT Polsek Sumberejo

“Kami meminta klarifikasi resmi dari pihak TNI terkait status yang bersangkutan. Tidak mungkin seorang anggota TNI bertindak seperti ini di ruang publik, apalagi dalam kegiatan organisasi,” ujar Hasan Basri, Rabu (22/4/2026).

Ia menegaskan bahwa, pihaknya akan terus mengawal proses hukum atas kasus ini hingga tuntas.

“KAMMI Sumatera Utara memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas guna menjaga marwah organisasi dan menegakkan keadilan bagi korban,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *