SUMATERA UTARA — Kericuhan yang terjadi dalam acara pelantikan Keluarga Alumni KAMMI (KA KAMMI) Sumatera Utara pada Minggu (19/4/2026) lalu mengakibatkan seorang kader mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus mendapatkan 12 jahitan.
Ketua Dewan Kehormatan dan Penegakan (DKP) KAMMI Sumatera Utara, Malik Vanedi, menjelaskan bahwa insiden bermula saat seorang pria berinisial IR bersama rekannya berinisial MP dan beberapa orang lainnya datang ke lokasi acara. Mereka kemudian berteriak kepada Ketua KA KAMMI Sumatera Utara, Abdul Rahim Siregar, dengan menuding yang bersangkutan tidak memiliki komitmen terhadap organisasi.
Sejumlah kader KAMMI yang berada di lokasi sempat berupaya melerai situasi. Namun, ketegangan yang terjadi tidak dapat diredam hingga berujung pada aksi kekerasan.
Dalam insiden tersebut, MP diduga melakukan pemukulan terhadap seorang kader KAMMI, Khairul Umam, hingga mengalami luka serius di bagian kepala.
Korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Malahayati untuk mendapatkan perawatan medis dan diketahui harus menjalani penanganan dengan 12 jahitan di kepala.
Tak hanya itu, MP juga diduga melakukan pemukulan terhadap seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rahmat Daulay, yang saat itu tengah bertugas mengamankan jalannya acara.
Menurut Malik Vanedi, saat diamankan petugas Satpol PP, MP sempat mengaku sebagai anggota TNI dan menunjukkan nomor anggota yang tertera pada tali pinggangnya. Namun, setelah didesak, ia akhirnya mengakui bahwa dirinya merupakan warga sipil.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) KAMMI Sumatera Utara, Hasan Basri, meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menelusuri klaim pelaku yang sempat mengaku sebagai anggota TNI.
“Kami meminta klarifikasi resmi dari pihak TNI terkait status yang bersangkutan. Tidak mungkin seorang anggota TNI bertindak seperti ini di ruang publik, apalagi dalam kegiatan organisasi,” ujar Hasan Basri, Rabu (22/4/2026).
Ia menegaskan bahwa, pihaknya akan terus mengawal proses hukum atas kasus ini hingga tuntas.
“KAMMI Sumatera Utara memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas guna menjaga marwah organisasi dan menegakkan keadilan bagi korban,” pungkasnya.














