Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Capai Puncak Tertinggi Sejarah, Namun Keselamatan Jalan Meningkat

IMG 20260326 WA0125
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho didampingi oleh Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra dan Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah saat memantau langsung titik krusial.(Foto Istimewa)

BREBES – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat pergerakan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026 sebagai yang tertinggi dalam sejarah transportasi Indonesia. Peringatan ini disampaikan langsung oleh Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, saat melakukan pengecekan situasi arus balik di Pos Terpadu Pejagan, Brebes, pada Kamis (26/03/2026) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Irjen Agus didampingi oleh Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra dan Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah untuk memantau langsung titik krusial pertemuan arus kendaraan dari Jawa Tengah menuju Jakarta.

Berdasarkan data statistik, volume kendaraan mengalami lonjakan luar biasa. Arus mudik tahun ini naik sebesar 4,65% dibanding 2025, sementara arus balik melonjak tajam hingga 14,68% pada periode yang sama.

“Ini adalah puncak arus tertinggi sepanjang sejarah,” tegas Irjen Agus. Meskipun Operasi Ketupat resmi berakhir pada hari yang sama pukul 00.00 WIB, sekitar 36% kendaraan belum kembali ke arah Jakarta. “Oleh karena itu, penjagaan akan terus kami lanjutkan melalui Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD),” tambahnya.

BACA JUGA:  DEMA UIN Surakarta Deklarasi Politik Damai 2024

Di tengah lonjakan volume tersebut, Polri berhasil mencatat pencapaian positif dalam keselamatan jalan. Angka fatalitas kecelakaan turun sebesar 30,3% dan jumlah kejadian kecelakaan menurun 5% dibanding tahun sebelumnya – prestasi yang mendapat apresiasi dari Kakorlantas untuk seluruh jajarannya.

Mengacu pada posisi strategis Brebes sebagai titik lelah dan pertemuan arus, Irjen Agus memberikan instruksi khusus kepada Kapolres Brebes untuk tetap mensiagakan personel di jalur tol maupun arteri. “Saya titip kepada Pak Dirlantas dan Pak Kapolres, atensi penuh untuk area sekitar rest area dan titik-titik perlambatan. Pastikan tim urai tetap mobile untuk melayani masyarakat, terutama pemudik yang sudah lelah setelah perjalanan jauh,” ujarnya.

Kakorlantas mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan mematuhi arahan petugas, terutama karena diperkirakan akan ada gelombang kedua arus balik pada 28 Maret mendatang. Pada tanggal tersebut, bisa saja diberlakukan rekayasa lalu lintas seperti One Way atau Contra Flow secara situasional.

BACA JUGA:  Jaringan di Simeulue Down, PJ Bupati Minta PT Telkom dan Telkomsel Segera Perbaiki serta Restitusi Kerugian Masyarakat

Berdasarkan data proyeksi, total arus balik mencapai 3,4 juta kendaraan. Sampai saat ini, tersisa sekitar 36% kendaraan yang belum kembali ke Jakarta dan sekitarnya, menyebabkan kepadatan di beberapa ruas Tol Trans Jawa masih cukup tinggi.

Untuk mengurai kepadatan, Korlantas Polri menerapkan sejumlah langkah teknis di titik-titik krusial. Di sekitar rest area diterapkan contra flow guna menjaga kelancaran arus menuju barat, sementara di KM 70 petugas mengoptimalkan satu hingga dua lajur contra flow untuk menampung volume kendaraan yang masih padat namun tetap mengalir.

Kakorlantas menegaskan akan terus melakukan penyisiran dari Brebes hingga Jawa Barat untuk memastikan penanganan arus balik berjalan lancar. “Kami terus lakukan langkah-langkah rekayasa agar semua berjalan lancar dan aman sampai tujuan,” pungkas Irjen Pol Agus Suryonugroho.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *