Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Ayu Marzuki Ajak TP PKK di Aceh Cegah Stunting

aceh
Bunda PAUD Aceh, Ny. Ayu Marzuki, saat menyampaikan materi pada Rapat Koordinasi Penguatan Pokja Bunda PAUD Kabupaten/Kota tahun 2023, di Ballroom Hotel Grand Permata Hati (Foto: hariandaerah.com/KMR)

BANDA ACEH – Seluruh kader PKK di seluruh Aceh, termasuk TP PKK di Kabupaten Simeulue, harus bergerak bersama dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting, yang saat ini gencar dilakukan oleh jajaran TP PKK di semua tingkatan di seantero Indonesia.

Hal tersebut, dikatakan Ketua TP PKK Aceh Ayu Marzuki, saat menggelar pertemuan bersama Ketua TP PKK Kabupaten Simeulue dan jajaran, di Restauran Graha D’Fit, Senin (18/12/2023).

“Sejak awal digaungkan, kita kader PKK di semua tingkatan telah berkomitmen untuk mendukung Pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting, khususnya di Aceh dan di Indonesia secara lebih luas. Untuk itu, mari kita jaga komitmen tersebut, dengan menjadikan penanganan stunting ini sebagai sebuah kewajiban bagi para kader,” ujar Ayu Marzuki.

Ayu optimis, jika PKK aktif dan bekerja sama atau membangun sinergi serta kolaborasi dengan para pemangku kebijakan, seperti Posyandu, Puskesmas, maka upaya penanganan dan pencegahan stunting akan membuahkan hasil positif.

“Jika PKK aktif, Posyandu aktif, semua instansi aktif, Insya Allah upaya penanganan dan pencegahan stunting ini akan membuahkan hasil maksimal,” imbuh Ayu.

Oleh karena itu, Ayu mengajak jajaran TP PKK untuk bekerja semaksimal mungkin, untuk mendukung target Pemerintah Pusat mencapai prevalensi stunting di angka 14 persen di tahun 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Ayu Marzuki mengimbau agar Pemkab Simeulue, khususnya Bappeda Simeulue untuk memberikan anggaran yang memadai kepada TP PKK Kabupaten Simeulue, agar bisa bergerak bersama untuk mendukung Pemkab pada upaya penanganan dan pencegahan stunting.

Tak hanya berdiskusi terkait stunting, dalam kesempatan tersebut Ayu Marzuki juga membahas terkait PHBS dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal serta penanganan intensif Gizi Buruk.

BACA JUGA:  Antisipasi Penyakit Pasca Banjir, Puskesmas Pasi Mali Gelar Baksos Pengobatan dan Cek Up Gratis

“Sosialisasi PHBS dan PMT Lokal ini penting karena semua ini juga berkaitan dengan upaya pencegahan stunting. Untuk itu, para kader PKK harus benar-benar memahami kedua hal ini, sehingga kita bisa memberikan pemahaman dan mensosialisasikan pentingnya PHBS dan PMT Lokal ini kepada masyarakat luas,” kata Ayu.

Ayu Marzuki, saat memberikan sosialisasi penyuluhan ASI dan Nutrisi Sehat
Pj. Ketua TP-PKK Aceh, Ayu Marzuki, saat memberikan sosialisasi penyuluhan ASI dan Nutrisi Sehat untuk balita di Gampong Lamtutui, Kec. Peukan Bada, Aceh Besar, Minggu 22 Oktober 2023.

Pada kesempatan tersebut, Ayu Marzuki mengajak jajaran TP PKK untuk lebih sering turun ke masyarakat dan terus mensosialisasikan berbagai upaya penanganan dan pencegahan stunting di gampong-gampong.

Terkait gizi buruk, Ayu Marzuki mengingatkan, biasanya anak dengan gizi buruk akan diikuti dengan penyakit penyerta seperti TB dan lain sebagainya. Namun di beberapa rumah sakit, penanganan Gizi Buruk belum memenuhi standar. Oleh karena itu, Ayu mengimbau agar penanganan Anak dengan Gizi Buruk harus lebih ditingkatkan lagi.

“Indonesia akan mengalami bonus demografi di tahun 2045 mendatang. Untuk menuju ke sana, Presiden mencanangkan Visi Indonesia Emas 2045. Nah, upaya penanganan dan pencegahan stunting ini adalah salah satu upaya kita mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat dan cerdas untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas di tahun 2045,” pungkasnya.

Sebelumnya, dikatakan Ketua TP PKK Aceh itu, bahwa penanggulangan dan penanganan stunting adalah upaya yang membutuhkan kerja bersama. Oleh karena itu, seluruh masyarakat gampong memiliki tugas yang sama dalam kerja-kerja penanganan dan penanggulangan stunting.

“Penanganan stunting dan gizi buruk adalah kerja-kerja yang membutuhkan atensi seluruh elemen masyarakat, karena ini berkaitan dengan target Pemerintah dalam menyongsong Generasi Indonesia Emas, di tahun 2045. Oleh karena itu, kami mengajak kita semua, khususnya warga gampong untuk memperhatikan anak-anak stunting dan gizi buruk ini, agar benar-benar mendapatkan program khusus yang selama ini telah kita jalankan,” kata Ayu Marzuki kepada Situasi.co.id, Minggu 22 Oktober 2023 lalu.

BACA JUGA:  T. Reza Fahlevi: Pentingnya Dukungan, Partisipasi Aktif dan Kerjasama Dalam Upaya Penurunan Stunting
ayu marzuki
Ayu Marzuki saat berkunjung ke desa Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe Aceh Tenggara pada Selasa 25 Juli 2023.

Ayu juga mengungkapkan, sebagai upaya penanganan dan penanggulangan stunting, selama ini Pemerintah telah menjalankan sejumlah kegiatan. Selain penanganan ekstra terhadap anak-anak yang teridentifikasi stunting dan gizi buruk.

“Selain penanganan, Pemerintah juga melakukan sejumlah upaya pencegahan, di antaranya adalah pemberian vitamin penambah darah kepada anak perempuan di tingkat SMP dan SMA serta kepada para ibu hamil, di 90 hari pertama kehamilan,” ungkap Ayu.

“Anak-anak perempuan kita, di masa mendatang tentu akan menjadi istri, akan hamil dan menjadi ibu. Menjaga kecukupan darah mereka sejak dini tentu akan membantu menjaga kondisi prima anak-anak kita, sehingga jika masanya tiba, mereka akan siap secara phisik dan phsikis untuk hamil. Dan menjadi ibu yang sehat dan menjaga anak-anaknya secara lebih baik,” tambah Ketua TP PKK Aceh itu.

emudian, Ayu menjelaskan, kekhawatiran pada stunting bukanlah pada gangguan pertumbuhan badan anak. Namun, yang dikhawatirkan adalah pertumbuhan otak sang anak.

“Oleh karena itu, mempersiapkan para calon ibu sejak dini dan memberikan pemahaman terkait stunting sejak awal, akan sangat baik bagi upaya kita membangun generasi emas masa depan yang sehat dan siap bersaing, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional tetapi juga secara global,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Ayi juga mengingatkan, para kader Posyandu serta masyarakat, khususnya kaum ibu tentang pentingnya memberikan ASI eksklusif kepada anak, khususnya di 6 bulan pertama pasca melahirkan.

“ASI harus kita kampanyekan bahwa ini merupakan makanan paling favorit, paling baik bagi tumbuh kembang anak. Tidak ada susu formula sehebat apapun yang mampu menggantikan kehebatan ASI. Untuk itu, kami mengajak seluruh kader, para aparatur gampong serta para ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada anak-anaknya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *