Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

BPBD Brebes Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Lewat Pembinaan Desa Tangguh Bencana di Pangebatan

WhatsApp Image 2025 10 09 at 18.01.55
Peserta dan narasumber berfoto bersama usai kegiatan Pembinaan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kamis (9/10/2025). (Foto: BPBD Brebes).

BREBES — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam melalui kegiatan Pembinaan Kelanjutan Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2025.
Kegiatan ini digelar di Aula Balai Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kamis (9/10/2025).

Kepala Desa Pangebatan, Lukmanul Hakim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wilayahnya termasuk daerah dengan potensi bencana cukup tinggi, terutama pada musim hujan. Karena itu, penguatan kelembagaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana.

“Bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa atau kecamatan, tetapi tanggung jawab bersama. Setelah kegiatan ini, kami harap masyarakat bisa lebih siap dan mandiri dalam menghadapi potensi bencana alam,” ujar Lukmanul Hakim.

Ia juga mengimbau warga agar aktif menjaga lingkungan dan segera melapor kepada pihak desa atau BPBD jika melihat tanda-tanda potensi bencana seperti tanah longsor, banjir, atau kebakaran.

BACA JUGA:  Husain Alting Sjah : Pilkada Adalah Pertaruhan Terakhir Menyelamatkan Harkat dan Martabat Rakyat

“Mari kita pahami materi dari para narasumber dan teruskan pengetahuan ini kepada warga lain, agar langkah pencegahan bisa dilakukan sejak dini,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Bantarkawung, Agus Prasetyo, S.H., S.I.P., yang hadir mewakili Camat Bantarkawung, mengapresiasi kegiatan pembinaan yang dinilai sangat relevan dengan kondisi wilayah Brebes bagian selatan yang rawan longsor dan banjir.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Semoga membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi langkah konkret dalam memperkuat Desa Tangguh Bencana di wilayah Bantarkawung,” ujarnya.

Dari pihak BPBD Brebes, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Leo Alamudin, S.T., menegaskan bahwa program pembinaan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BPBD untuk membangun desa yang mandiri dan sigap dalam menghadapi ancaman bencana.

“Destana bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata agar masyarakat mampu mandiri, tangguh, dan siap menghadapi bencana. Kesiapsiagaan harus menjadi budaya di setiap desa,” tegasnya.

BACA JUGA:  Polisi Diminta Tutup Galian Tanah di Dekat Tol Mandala, Ternyata Pernah Makan Korban Jiwa

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Subkoordinator Rehabilitasi dan Logistik BPBD Brebes, Rismanto, S.T.; Agung Kurniawan, S.T.; serta Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, M. Afifudin, S.Hut., M.T., MSc.
Mereka membawakan materi terkait sistem tanggap darurat, mitigasi risiko bencana, strategi komunikasi kebencanaan, serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam penanggulangan bencana di tingkat lokal.

Melalui pembinaan ini, BPBD Kabupaten Brebes berharap masyarakat Desa Pangebatan semakin tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana, sekaligus mampu mengurangi risiko secara berkelanjutan.

Program Destana 2025 menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Brebes untuk membangun desa-desa yang siaga, berdaya, dan peduli terhadap keselamatan serta kelestarian lingkungan.

Penulis

Penulis: Putra ZambaseEditor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *